TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabar terkait 35 mobil jenis sport utility vehicle (SUV), sedan, low multi purpose vehicle (low MPV), hingga medium multi purpose vehicle (medium MPV) berpotensi dilarang menggunakan Pertalite ditanggapi beberapa pengusaha showroom mobil seken di Jambi.
Pengusaha showroom mobil seken Takana Auto di kawasan Jalan Kapten Pattimura, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Rahman (43) mengatakan, dirinya mendapatkan kabar tersebut sekira 3 hingga 4 hari yang lalu.
“Kebetulan saya searching di Facebook, di media sosial, kebetulan saya baca itu, di tanggal 1 Juni kabarnya bakal direalisasi,” katanya.
Dia berpendapat, infomasi tersebut membuat konsumen lebih memikirkan kebutuhan pangan ketimbang alat transportasi.
Rahman juga menanggapi dampak kenaikan nilai dolar terhadap nilai rupiah di showroomnya.
Menurutnya hal tersebut akan berdampak kepada semua kalangan masyarakat, baik di desa maupun di kota.
Dia menyebut, hal itu akan membuat daya jual mobil di showroomnya menghilang sekira 40 hingga 50 persen.
“Jelang lebaran kemarin lumayan. Jadi biasanya kalau standar bisalah selama 1 bulan itu 4 sampai 5 unit. Kalau untuk sekarang paling di 2 atau 3 unit,” imbuhnya.
Sebab itu, dia berharap ekonomi Indonesia membaik kedepannya. Dia juga berharap presiden melihat masyarakat kalangan bawah.
Baca juga: Sosok Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Viral di Lirik Mas Bahlil Ganteng
Baca juga: Viral Tren My Little Bolu Ketan, Golkar Respon Santai Jingle Mas Bahlil Ganteng atau MBG
Sejak satu tahun membuka showroom, Rahman menuturkan dirinya memperkirakan telah menjual mobil sekira empat hingga lima unit.
Sebelumnya, dia sempat menjual kendaraan di rumah sekira 10 tahun.
Terkait unit yang diminati konsumen, dia menjelaskan rata-rata konsumennya mencari type, seperti Avanza, Xenia, Calya, Sigra, dan Ayla dan Kijang Innova.
Sementara itu pengusaha showroom mobil seken lainnya, Riki. Pemilik RA Auto Car itu mengatakan, showroom harus tetap berjualan ditengah isu hoax 35 mobil tidak bisa menggunakan Pertalite.
Dia juga bercerita bahwa harga BBM turut mempengaruhi di sektor jual beli kendaraan mobil. Dalam sebulan sebelumnya, showroomnya bisa menjual mobil sekira 9 hingga 11 mobil.
“Kalau untuk sekarang dikarenakan diesel, bahan bakar diesel terutama dexlitr dan lain-lainnya naik, itu sih agak turun,” ujarnya.
Riki menuturkan, turunnya harga sawit juga mempengaruhi penjualannya. Dia juga merasa takut dengan turunnya harga sawit, sebab menurutnya hal itu sangat berperan penting.
Sebab, pembeli di showroom miliknya itu berasal dari pengusaha sawit di kabupaten Provinsi jambi, seperti Tanjab Barat dan Sungai Gelam, Muaro Jambi.
“Kalau buat saya sangat berperan penting di Kota Jambi untuk pasar jual beli mobil di Kota Jambi. Nah, itu yang kita bakal bertarung mati-matian gimana kedepannya nanti jual-beli mobil di Jambi,” tuturnya.
Terkait tren mobil bekas yang diminati pembeli, Riki menjelaskan dari tahun ke tahun masih didominasi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.
Baca juga: Jambi Top 7, Tumpukan Uang di Meja Rumah Dinas Gubernur
“Paling sekarang ini bertambah kayak Sigra dan Calya, itu mobil sejuta umat. Innova tetap ada peminatnya m cuman untuk sementara mungkin yang pertama Innova diesel ya mungkin pasti turun jauh angkanya, pasti turun jauh, karena ya bahan bakar sekarang ya Dexlite naik,” jelasnya.
Riki juga menanggapi kenaikan dolar. Dia memilih berikhtiar dan berusaha ditengah gejolak tersebut. Menurutnya, jika hanya melihat pasar global, dia tidak bisa fokus untuk jualan.
“Jadi, saya sekarang enggak peduli lagi gimana global perekonomian Indonesia, saya sekarang peduli, saya fokus dengan pasar kita sendiri ,” terangnya.
“Karena kalau terlalu banyak memikirkan wah dolar naik ini segala macam, mental usaha kita yang bakal down sendiri. Saya sebagai owner tentunya berperan penting gimana ada jual beli di perusahaan sendiri,” lanjutnya.
Meski begitu, Riki berharap agar pemerintah memikirkan bagaimana Indonesia bisa stabil lagi.
“Bagaimana ya warga Indonesia semuanya bisa berwirausaha, daya jual belinya stabil. Ya, semua keputusan dari pemerintah pusat, daerah, provinsi. Ya, kita minta harapannya sama mereka,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Sebut Idul Adha Momentum Tumbuhkan Semangat Pengorbanan dan Kasih Sayang
Baca juga: Pesan Idul Adha 2026 Menag Nasaruddin: Kesalehan Hamba Diukur dari Menyehatkan Lingkungan