Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Sejumlah peserta asal Papua Pegunungan yang mengikuti pelatihan dan pembekalan lisensi wasit serta pelatih basket tingkat nasional (Lisensi C Nasional) di Manokwari, Papua Barat, mengaku harus berjuang secara mandiri demi mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka berharap pengalaman ini menjadi perhatian pemerintah agar pembinaan olahraga basket di Papua Pegunungan mendapat dukungan lebih baik di masa mendatang.
Salah satu peserta, Warbes Rendi Wetipo, mewakili rekan-rekannya menyampaikan bahwa keberangkatan mereka mengikuti kegiatan tersebut berawal dari undangan yang ditujukan kepada pengurus basket di wilayah Papua Pegunungan.
Baca juga: PHBI Pastikan Hewan Kurban Jangkau Belasan Kampung Muslim di Jayawijaya
Menurutnya, undangan dari pengurus Perbasi Wilayah 5 Papua-Maluku telah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, karena kepengurusan organisasi di daerah disebut masih terkendala administrasi dan belum memiliki dasar hukum lengkap, dukungan kebijakan terhadap keberangkatan peserta belum dapat diberikan.
“Kami sudah bawa undangan ke pihak terkait, tetapi karena ada kendala kepengurusan sehingga belum bisa ambil kebijakan untuk mendukung kegiatan ini,” ujar Warbes, melalui telepon selulernya dari Manokwari, Selasa, (26/05/2026).
Akibat keterbatasan dukungan, peserta akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana secara mandiri untuk membiayai keberangkatan, termasuk kebutuhan tiket perjalanan menuju lokasi pelatihan.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Voyage 11.2026 Terbaru Juni 2026, Cek Waktu Tiba di Jayapura
“Kami berusaha sendiri, patungan dan cari dana agar bisa berangkat mengikuti kegiatan,” katanya.
Meski menghadapi berbagai kendala, mereka berhasil mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sejak awal hingga penutupan yang berlangsung dari Senin hingga Sabtu di Manokwari. Dari kegiatan itu, mereka membawa pulang lisensi resmi sebagai wasit dan pelatih basket tingkat nasional.
Bagi mereka, pencapaian tersebut bukan hanya keberhasilan pribadi, tetapi juga modal penting untuk membangun pembinaan olahraga basket di Papua Pegunungan ke depan.
Baca juga: Ada KM Labobar dan KM Nggapulu, Cek Jadwal Kapal Pelni Ambon-Makassar Juni 2026
Warbes mengatakan pembinaan atlet sejak dini dan persiapan menghadapi kejuaraan daerah maupun ajang lain membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah agar atlet muda Papua Pegunungan memperoleh kesempatan berkembang lebih baik.
“Kendala yang kami alami biar menjadi pengalaman bagi kami. Tapi kami berharap adik-adik atau atlet berikutnya tidak merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Meski mengaku kecewa karena minimnya dukungan, para peserta tetap bersyukur dapat menyelesaikan pelatihan dan membawa pulang lisensi sebagai bekal mengembangkan basket di Papua Pegunungan.
Baca juga: Telkomsel Guyur Promo Kuota Murah Mulai Rp31 Ribu pada Momen HUT
Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan olahraga, khususnya peningkatan kapasitas pelatih, wasit, dan pembinaan atlet, sehingga prestasi basket Papua Pegunungan dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.(*)