Sapi Kurban Bobot 300 Kilogram Mati Usai Lompat ke Sumur, Petugas Kesulitan Evakuasi
Dedy Qurniawan May 27, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Seekor sapi kurban di Kabupaten Klaten tercebur ke dalam sumur pada Selasa (26/5/2026).

Insiden itu terjadi di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari.

Sapi dengan bobot sekitar 300 kilogram itu tidak mampu keluar sendiri dari sumur yang cukup dalam.

Warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat untuk mengevakuasi sapi tersebut.

Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis sejak sore hingga malam hari karena kondisi sumur yang sempit serta medan yang sulit dijangkau.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Damkar Klaten, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Petugas awalnya mencoba menyelamatkan sapi dengan cara mengisi sumur menggunakan air agar tubuh hewan itu bisa terangkat perlahan ke permukaan.

Cara tersebut dipilih demi mengurangi risiko cedera saat proses evakuasi berlangsung.

Namun, upaya pertama tidak berjalan lancar karena air yang dimasukkan terus terserap ke dalam tanah di sekitar sumur.

"Ternyata terkendala, sumur itu banyak menyerap air," ujarnya di lokasi.

Meski sekitar 10 ribu liter air atau setara dua tangki sudah dimasukkan, posisi sapi tetap tidak bisa terangkat.

Petugas kemudian mengganti metode evakuasi dengan menggunakan tali tambang dan sling untuk menarik tubuh sapi dari atas sumur.

Dalam proses tersebut, salah satu petugas bahkan turun langsung ke dasar sumur untuk mengikatkan tali pada tubuh sapi agar proses pengangkatan lebih aman.

"Akhirnya kami menggunakan teknik kedua, dengan cara mungkin ditarik dari atas," jelasnya.

Namun, proses penarikan juga sempat mengalami kendala karena tali yang digunakan putus saat percobaan pertama.

"Pada saat kita menarik dua tali sempat putus, sehingga kita sempat gagal," paparnya.

Jatuh kembali ke sumur

Akibatnya, sapi yang sebelumnya sudah sempat terangkat kembali jatuh ke dasar sumur.

Petugas lalu kembali melakukan penarikan hingga akhirnya sapi berhasil dievakuasi dari dalam sumur.

Sayangnya, saat berhasil diangkat ke permukaan, kondisi sapi sudah tidak bernyawa.

"Untuk kondisi sapi mohon maaf, kami tidak bisa mampu menyelamatkan sapi. Sehingga sapi dalam keadaan sudah tidak bernyawa," kata Sumino.

Menurutnya, proses evakuasi cukup sulit karena diameter sumur hanya sekitar 150 sentimeter dengan kedalaman mencapai 10 meter.

"Untuk kesulitan karena sumurnya terlalu sempit, kemudian sapinya juga cukup besar," ujarnya.

Petugas bahkan harus membongkar sebagian tembok sumur agar ruang evakuasi menjadi lebih luas.

Diketahui, sapi tersebut sebelumnya hendak diantar ke wilayah Solo Baru setelah laku terjual dengan harga Rp24 juta.

Pemilik sapi, Tunggono (63), mengatakan hewan tersebut mendadak giras saat hendak dinaikkan ke mobil sekitar pukul 15.30 WIB.

Sapi sempat masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya meloncat ke arah sumur.

Tunggono mengaku sempat berusaha menahan tubuh sapi ketika bagian belakang hewan itu masih berada di bibir sumur.

Namun, sapi menyepak hingga membuat dirinya mengalami luka ringan pada bagian tangan dan kaki.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSolo/Bangkapos)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.