Detik-detik Banjir Muara Bone Gorontalo: Ibu Hanyut ke Laut, 3 Anak Dievakuasi Lewat Jendela
Fadri Kidjab May 27, 2026 04:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Muara Bone, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (26/5/2026) malam, menyisakan kisah dramatis bagi keluarga Wahnin Tangahu.

Wahnin sempat hanyut terbawa arus hingga ke laut sebelum akhirnya berhasil ditemukan warga dalam kondisi selamat.

Sementara itu, tiga anaknya yang masih kecil berhasil dievakuasi warga melalui jendela kamar saat arus air semakin membesar di sekitar rumah mereka.

Kerabat korban, Hernita Usman, menceritakan bahwa peristiwa memilukan itu bermula saat hujan deras mengguyur kawasan pesisir Muara Bone sejak sore hingga malam hari.

Berdasarkan informasi dari warga di lokasi kejadian, sekitar pukul 23.00 Wita, banjir bandang tiba-tiba menerjang dari arah perbukitan.

Hernita mengatakan, banjir kali ini bukan berasal dari luapan sungai seperti biasanya, melainkan air bah yang turun deras dari gunung hingga langsung menghantam permukiman warga di dekat pantai.

Posisi rumah yang ditempati korban memang hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai. Rumah tersebut milik Rukmin Ana. Saat kejadian, Wahnin Tangahu sedang bersama tiga anaknya, yakni Ainun Tobiyo, Aisyah Tobiyo, dan Ahmad Tobiyo.

Hernita menjelaskan, saat banjir datang, seluruh penghuni rumah sedang tertidur pulas.

"Saat itu, korban dan anak-anaknya sedang tidur," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (27/5/2026).

Ketiga anak korban tidur di dalam kamar, sedangkan Wahnin berada di luar kamar dan tidur di lantai.

Baca juga: Identitas Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Desa Muara Bone Gorontalo

BENCANA LONGSOR -- Kondisi wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bone Bolango, Rabu (27/5/2026). Sumber foto: BPBD dan screenshot.
BENCANA BANJIR -- Kondisi wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bone Bolango, Rabu (27/5/2026). Sumber foto: BPBD dan screenshot. (TribunGorontalo.com)

Baca juga: Identitas Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Desa Muara Bone Gorontalo

Ketika banjir bandang menghantam dan rumah mulai terseret, posisi Wahnin yang berada di ruang tengah membuatnya langsung hanyut terbawa arus ke arah laut.

"Saat banjir bandang datang, korban langsung terbawa arus ke laut," kata Hernita.

Menurutnya, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir saat hujan deras. Namun, warga tidak menyangka banjir kali ini jauh lebih besar hingga mampu menyeret bangunan rumah.

Orang pertama yang menyadari rumah tersebut hancur adalah warga yang sedang memancing di laut, tak jauh dari lokasi kejadian. Tak lama kemudian, pemancing tersebut melihat tubuh korban terombang-ambing terbawa arus.

"Mereka (pemancing) melihat korban sudah berada di pantai," ungkap Hernita.

Warga setempat langsung mengevakuasi korban ke tepi pantai untuk mendapatkan pertolongan medis.

Awalnya Wahnin dibawa ke puskesmas terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo karena mengalami sejumlah luka akibat benturan material saat terbawa arus.

Di tengah situasi mencekam itu, tiga anak korban berhasil selamat karena ruang kamar tempat mereka tidur menjadi satu-satunya bagian bangunan yang tersisa dan bertahan dari terjangan air.

Warga bergerak cepat mengevakuasi ketiga bocah tersebut lewat jendela kamar karena debit air di sekeliling rumah terus meninggi.

"Ketiga anaknya berada di dalam kamar. Mereka diselamatkan lewat jendela karena di sebelah kamar air sudah sangat besar," jelas Hernita.

Ketiga anak korban tersebut diketahui masih berusia sangat muda dan duduk di bangku sekolah dasar.

Ironisnya, saat awal banjir menerjang, warga bersama aparat sempat bergotong-royong membersihkan material kayu dan bebatuan yang terbawa arus tanpa menyadari bahwa Wahnin telah hanyut. Warga mengira Wahnin aman di dalam kamar bersama anak-anaknya.

"Warga mengira korban berada di dalam kamar bersama anak-anaknya, ternyata tidak," tuturnya.

Hernita menambahkan, korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya ditemukan warga di pesisir pantai. Beruntung, korban tidak terseret hingga ke tengah laut dan posisinya masih terpantau di area pantai belakang rumah.

Berdasarkan data BPBD Bone Bolango, sedikitnya 35 rumah warga terdampak banjir dan satu rumah mengalami rusak berat akibat longsor serta derasnya arus air di Desa Muara Bone.

Hingga Rabu siang, petugas gabungan bersama warga masih terus membersihkan material lumpur dan kayu, sekaligus mengantisipasi potensi adanya longsor susulan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.