TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Dinas Peternakan dan Perikanan Trenggalek menemukan tiga ekor sapi yang terjangkit cacing hati saat pemeriksaan daging kurban Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026). Petugas menyarankan bagian hati yang terinfeksi dibuang dan tidak dibagikan ke warga.
Pemeriksaan dilakukan oleh 18 tim yang diterjunkan ke 14 kecamatan di Trenggalek. Proses meliputi pemeriksaan antemortem sebelum disembelih dan postmortem sesudah disembelih.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek drh. Ririn Hari Setiani mengatakan, tim melakukan sampling acak ke belasan sapi dan puluhan kambing di beberapa lokasi.
"Saya tadi keliling ke Masjid Agung Kelurahan Ngantru, Karangsoko 2 tempat. Di Kelurahan Tamanan ada 14 ekor sapi, 3 ekor di antaranya ada cacing hati. Sementara dari 24 ekor kambing, semuanya sehat," ujar Ririn saat dikonfirmasi.
Baca juga: Muhammadiyah Trenggalek Kelola Dam Jemaah Haji Sebanyak 47 Ekor Kambing
Menurutnya, daging sapi yang terinfeksi masih aman dikonsumsi, asal bagian hati yang terdapat cacing dibuang.
"Betul dagingnya masih aman. Kami sarankan untuk dibuang bagian hatinya saja, tidak untuk dibagikan ke warga," jelasnya.
Ririn menjelaskan, cacing hati baru bisa diketahui setelah hewan disembelih dan bagian hati dibuka. Cacing tersebut berbentuk pipih menyerupai daun.
Secara kasat mata, sapi yang terkena cacing hati tidak menunjukkan gejala. Hewan tetap terlihat gemuk seperti biasa. Penyebabnya adalah makanan yang terkontaminasi telur cacing.
"Itu indikasinya makan rumput yang ada telur cacingnya. Jadi berkembang di dalam hati," kata Ririn.
Ia menegaskan, cacing hati tidak memengaruhi bagian daging lainnya. Sehingga daging selain hati tetap aman dikonsumsi.
Disnakkan Trenggalek mengimbau takmir masjid dan musala yang masih akan melakukan penyembelihan di hari kedua dan seterusnya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan hewan serta kebersihan.
"Untuk rekomendasi dari dinas ke takmir musala, ada beberapa yang masih belum menerapkan kesejahteraan hewan dan memperhatikan hygiene sanitasinya," papar Ririn.
Baca juga: Pemuda Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan di Balon Udara saat Menjelang Idul Adha
Ia meminta panitia memperhatikan tata cara penyembelihan dan penanganan daging yang benar agar daging kurban layak dan aman dikonsumsi.
Besok, tim Disnakkan juga akan melakukan pengecekan di beberapa lokasi penyembelihan, termasuk di Masjid Ngelo Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, tempat penyembelihan Sapi Bantuan Presiden Prabowo Subianto.
"Ada beberapa tim yang masih jalan, di antaranya ke lokasi Sapi Banpres disembelih besok Kamis," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)