Masih Ada Warga Buang Limbah Hewan Kurban ke Sungai dan Drainase, Yani Ingatkan Dampak Buruknya
Mulyadi Danu Saputra May 27, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengingatkan masyarakat agar tidak membuang limbah pemotongan hewan kurban ke sungai atau pun saluran drainase pada momen Idul Adha 1447 Hijriah.

Peringatan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya praktik pembuangan sisa pemotongan hewan secara sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap.

Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, mengatakan, limbah kurban seperti darah, isi rumen, kotoran hingga sisa organ hewan seharusnya dikelola secara baik, bukan dibuang langsung ke aliran air.

Baca juga: Kabupaten HST Jadi Penerima Terbanyak Revitalisasi Sekolah di Kalsel

“Panitia kurban maupun masyarakat kami minta tidak membuang limbah pemotongan ke sungai, drainase atau badan air lainnya,” kata sekda, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, pembuangan limbah kurban ke sungai dapat mengganggu kebersihan lingkungan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Karena itu, panitia kurban diminta menyiapkan tempat penampungan sementara untuk limbah hasil pemotongan sebelum dibuang atau dikelola lebih lanjut.

Pemkab HST juga mengajak masyarakat menjaga pelaksanaan kurban tetap bersih dan sehat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan setelah Hari Raya Idul Adha.

“Kami berharap pelaksanaan kurban tahun ini lebih tertib sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga,” ujar sekda.

Miniatur Masjid dan Ka’bah

Sebelumnya ribuan orang memadati sejumlah ruas jalan di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (26/5/2026) malam, untuk menyaksikan pawai takbiran Idul Adha 1447 Hijriah.

Sejak usai salat Isya, masyarakat mulai berkumpul di sepanjang rute pawai. Iring-iringan peserta dilepas dari depan rumah jabatan Bupati HST dan bergerak mengelilingi pusat kota.

Sorotan utama malam itu datang dari deretan mobil hias peserta yang tampil dengan berbagai ornamen Islami. 

Sejumlah peserta menampilkan miniatur Ka’bah, masjid hingga permainan lampu warna-warni yang menarik perhatian warga.

Tak sedikit warga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. 

Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias menyaksikan iring-iringan kendaraan yang melintas sambil mengumandangkan takbir.

Pawai takbiran diikuti peserta dari kategori umum dan instansi. Suasana meriah semakin terasa saat gema takbir bersahut-sahutan sepanjang rute perjalanan.

Bupati HST, Samsul Rizal, mengatakan, pawai takbiran menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus tradisi masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat kebersamaan dan semangat masyarakat dalam menyambut Idul Adha,” ujarnya saat melepas peserta.

Dia juga mengapresiasi kreativitas peserta yang menampilkan berbagai dekorasi bernuansa religi.

Menurut bupati, kegiatan tersebut bukan hanya hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas positif.

Panitia turut menyiapkan penilaian bagi peserta terbaik dengan hadiah uang pembinaan. Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diingatkan menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan.

Hingga pawai berakhir, arus masyarakat di kawasan pusat Kota Barabai masih ramai dipadati warga yang menikmati suasana malam takbiran. 

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.