Vinicius Junior mengungkapkan perasaannya tentang kembalinya Neymar ke tim nasional Brasil, menyebut penyerang Santos itu sebagai inspirasi sejati bagi Selecao. Bintang Real Madrid tersebut menjelaskan betapa berat perjuangan rekan setimnya selama masa absen dan cedera, sebelum akhirnya dipanggil oleh Carlo Ancelotti untuk bergabung dalam skuad Piala Dunia 2026.
Sang pahlawan kembali ke Selecao
Kembalinya Neymar dalam daftar akhir untuk turnamen di Amerika Utara menandai akhir dari periode sulit bagi mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut. Dalam wawancara bersama CazeTV, Vinicius mengakui bahwa jalan kembali Neymar penuh dengan ketidakpastian dan penderitaan pribadi bagi pemain berusia 34 tahun itu. Sang penyerang sempat lama absen dari tim nasional, hingga banyak yang meragukan apakah ia akan kembali mengenakan seragam negaranya di panggung terbesar dunia.
"Saya berbicara dengan Neymar di setiap pemanggilan dan dia selalu berkata: 'Sial, Ancelotti belum memanggil saya lagi. Saya benar-benar sedih.' Tapi saya selalu bilang padanya bahwa pelatih mempercayainya, dan ketika waktunya tiba, dia pasti akan memanggil Ney," ujar Vinicius.
"Neymar adalah idola kami, saya selalu sangat menyukainya, dia selalu membela saya, saya mengikuti kariernya sejak awal dan saya bahagia untuknya. Setelah cedera, setelah begitu banyak penderitaan, akhirnya dia bisa kembali ke tim nasional dan memiliki satu kesempatan terakhir bersama kelompok yang luar biasa," tambahnya.
Menepis kekhawatiran soal cedera
Meskipun telah masuk skuad, pertanyaan mengenai kesiapan fisik Neymar masih terus muncul. Ia baru-baru ini mengalami masalah pada betis yang menimbulkan kekhawatiran di media Brasil, namun Neymar cepat menepis anggapan bahwa hal itu bisa mengancam partisipasinya di turnamen nanti. Ia bahkan terlihat santai saat menyaksikan pertandingan Santos dari tribun, di tengah rumor yang beredar tentang kondisi kebugarannya.
Saat ditanya apakah kondisinya menjadi alasan untuk khawatir, sang penyerang veteran menjawab dengan tegas. Ia berkata, "Masalahnya apa?" ketika ditanya apakah cedera betisnya bisa menghambat performanya di Piala Dunia mendatang. Keyakinannya itu tampaknya juga dirasakan oleh rekan-rekan setimnya, yang menganggap kehadirannya sebagai elemen penting dalam upaya mereka meraih gelar keenam.
Ketegangan remaja Endrick
Vinicius juga mengungkap suasana di ruang ganti yang dipengaruhi oleh generasi muda, terutama bintang muda yang tengah naik daun, Endrick. Pemain berusia 19 tahun itu disebut sangat ingin memastikan dirinya masuk ke dalam skuad, bahkan sering kali menanyakan pendapat rekan-rekan seniornya untuk mendapatkan kepastian. Menjadi bagian dari skuad Piala Dunia di usia semuda itu tentu merupakan pencapaian langka, dan tekanan besar tampak terasa bagi sang pemain muda.
"Dia selalu mengganggu saya, bertanya apakah dia akan ikut, apakah tidak, apa pendapat saya... Saya bilang kepadanya: 'Tenang saja, bro. Kamu pasti ikut, kamu akan bersama kami.' Dia sangat muda, dan bermain di Piala Dunia pertamanya di usia 19 tahun bukan hal yang bisa diraih semua orang," ungkap Vinicius.
Persiapan akhir menuju Amerika Utara
Brasil kini mulai memusatkan perhatian pada laga pemanasan terakhir sebelum turnamen resmi dimulai. Selecao dijadwalkan menghadapi Panama dan Mesir dalam pertandingan uji coba untuk menyempurnakan taktik serta memastikan seluruh skuad menyatu dengan baik. Dengan kembalinya Neymar serta dukungan bintang-bintang seperti Vinicius dan Endrick, ekspektasi terhadap raksasa Amerika Selatan itu kembali memuncak.
Staf medis tim diperkirakan akan mengatur beban latihan Neymar secara hati-hati selama sesi awal di Granja Comary. Meski sang ikon bersikeras bahwa dirinya sudah dalam kondisi prima, staf pelatih tetap waspada agar tidak terjadi kemunduran menjelang laga pembuka melawan Maroko pada 13 Juni. Bagi Vinicius dan seluruh pemain lainnya, kehadiran kembali idola mereka di lapangan menjadi dorongan moral terbesar dalam upaya mereka meraih kejayaan dunia.