Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kebahagiaan tengah dirasakan Pendi Kurniawan, peternak sapi asal Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
Salah satu sapi miliknya terpilih dan dibeli Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk kebutuhan kurban Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sebelumnya, sapi milik Pendi sudah pernah dibeli oleh beberapa Presiden RI untuk dikurbankan.
Yang pertama, sapi miliknya dibeli Presiden ke-7 yakni Joko Widodo, lalu tahun kemarin dibeli Presiden Prabowo sama seperti saat ini.
Pendi mengaku tidak menyangka sapi yang ia beri nama Bison itu, yang dirawat dengan penuh perhatian, akhirnya dilirik sebagai sapi kurban Presiden.
Ia mengatakan, perawatan sapi dilakukan secara rutin dan intensif setiap hari.
“Tidak susah sebenarnya, yang penting aktif merawat. Sapi dimandikan dua kali sehari, lalu diberi makan secara teratur,” ujar Pendi saat ditemui di Masjid Al Ansor di Pagar Dewa, Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (27/5/2026).
Pendi sendiri yang mengantarkan sapi jenis limosin ini ke Kota Bengkulu dari Kabupaten Mukomuko.
Dirinya sudah berada di Bengkulu sejak Selasa, 26 Mei 2026.
Dengan mobil sederhananya, Pendi membawa sapi seberat 1,1 ton ini dengan menempuh jarak lebih kurang 270 kilometer.
“Kemarin sudah sampai, nginap di tempat anak yang kuliah di Bengkulu,” tutur Pendi.
Menurut Pendi, kebersihan kandang dan kondisi tubuh sapi menjadi perhatian utama.
Selain dimandikan pagi dan sore, sapi juga rutin dibersihkan agar tetap sehat dan memiliki bobot ideal.
Pendi menjelaskan, sapi yang dibeli Presiden Prabowo memiliki bobot sekitar 1,1 ton.
Sapi tersebut diberi nama Bison oleh keluarga dan para pekerja di kandang.
“Awalnya hanya untuk penanda saja, akhirnya semua orang memanggilnya Bison,” kata dia sambil tersenyum.
Ia menambahkan, keberhasilan sapinya dibeli Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.
Bahkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memotivasi peternak lain di Mukomuko agar semakin serius mengembangkan usaha peternakan sapi.
“Alhamdulillah, kami ikut senang dan bersyukur. Mudah-mudahan ke depan bisa tambah sapi lagi,” papar Pendi.
Selain memasok sapi untuk program kurban Presiden, Pendi mengaku selama ini juga rutin menyuplai sapi untuk kebutuhan masyarakat dan sejumlah daerah di Bengkulu.
Keberhasilan Pendi menjadi bukti bahwa peternak daerah juga mampu menghasilkan sapi berkualitas tinggi apabila dirawat dengan baik dan konsisten.
Mulai Beternak Sejak 2004
Untuk diketahui, Pendi Kurniadi atau yang akrab disapa Pen ini merupakan seorang peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Ia sudah memulai peternakan tersebut sejak tahun 2004 di Jalan Lintas Barat Sumatera Bengkulu-Padang, Desa Pasar Sebelah, Kota Mukomuko, Mukomuko.
Saat itu, banyak peternak memelihara sapi lokal atau sapi bali.
Namun, ia memilih memelihara sapi simmental cross yang banyak di daerah Sumatera Barat.
Alasan dirinya memilih sapi simmental cross karena hobi, lantaran sapi jenis simmental cross ini memiliki postur tubuh yang besar dan tinggi.
“Hobi memelihara sapi simmental cross karena ukurannya yang besar dan tinggi, di kandang ada 2 ekor lagi,” ungkap Pendi saat diwawancarai di rumahnya, Selasa (3/6/2025).
Pendi menjelaskan, untuk sapi kurban yang dibeli Presiden Prabowo ini, ia beli dari peternak sapi di Air Muring, Bengkulu Utara tahun 2020 dengan harga Rp 26 juta.
Selama lima tahun merawat sapi kurban Presiden Prabowo ini, ada suka dan duka yang ia lewati.
“Ada suka dukanya merawat sapi ini, karena kebutuhan sapi ini berbeda dengan sapi lokal atau sapi bali,” tutur Pendi.
Pendi mengatakan, sapi ini perawatannya lebih dibanding sapi lokal pada umumnya.
Sapi ini harus mandi dua kali sehari dan makan tiga kali sehari.
Untuk makanan sapi ini, tidak seperti sapi pada umumnya.
Ia harus menyediakan ampas tahu, dedak, dan juga umbi-umbian untuk sapi ini.
Waktu duka, ia sempat kesulitan mencari makanan untuk sapi simmental cross ini.
Namun karena hobinya, ia tak putus asa mencari makanan untuk sapinya.
“Kadang-kadang putus pasokan makanan untuk sapi ini, jadi saya mencarinya kemana-mana untuk pakan sapi ini,” jelas Pendi.
Selain itu, sapi kurban yang dibeli oleh Prabowo ini juga membawa berkah bagi dirinya.
Pasalnya, setelah sapi ini dikurbankan, ia akan berangkat umroh dari hasil penjualan sapi simmental cross tersebut.
Menurutnya, memelihara sapi simmental cross ini merupakan hobi yang tak bisa diukur.
“Alhamdulillah dibeli Pak Prabowo, Insyaallah rencana mau berangkat umroh setelah sapi ini dikurbankan, memang memelihara sapi ini hobi saya,” kata Pendi.
Pernah Rawat Sapi Bernama Rambo
Selain itu, di tahun 2025 kemarin, sapi milik Pendi yang dibeli Presiden Prabowo memiliki bobot seberat 1,3 ton.
Sapi kurban yang disumbangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan sapi jenis simmental cross yang diberi nama Rambo.
Peternakan ini juga merawat puluhan ekor sapi dan kerbau.
Dirinya sudah merawat sapi kurban Presiden Prabowo sejak tahun 2020 lalu.
“Dari tahun 2020 kemarin saya beli di Air Muring Bengkulu Utara, sampai sekarang hingga dibeli untuk kurban nanti, sapi ini diberi nama Rambo karena besar dan tinggi,” ujar Pendi saat diwawancarai di kandangnya, Selasa (3/6/2025).
Pendi menjelaskan, perawatan sapi simmental cross ini berbeda dengan sapi lokal yakni sapi bali.
Sapi simmental cross ini harus mandi dua kali sehari, untuk makan tiga kali sehari.
Sapi ini juga tak bisa dibebasliarkan seperti sapi lokal.
“Kalau mandi dua kali sehari, makan itu pagi, sore makanannya ampas tahu, dedak, umbi-umbian, kalau malam makan rumput untuk cemilan sapi. Sapi ini juga tak bisa dibebasliarkan, sapinya tidak bisa panas-panas,” tutur Pendi.
Pendi juga menjelaskan sapi ini dibeli Presiden Prabowo untuk nanti dikurbankan pada Iduladha 1446 H.
Sapi itu dibeli dengan harga Rp 99,5 juta.
Hingga saat ini sapi tersebut masih dirawat olehnya hingga nanti kurban.
“Alhamdulillah dibeli Rp 99,5 juta. Sekarang masih dirawat sampai nanti mau dikurbankan,” tutup Pendi.