TRIBUN-MEDAN.com - Santriwati F (22) menimbulkan kecurigaan dari masyarakat karena mengaku hamil tanpa ada berhubungan badan dengan pria.
F juga sudah melahirkan dan bayinya diadopsi oleh keluarga lain.
Namun, peristiwa yang menimpa F tidak menaruh curiga pada sang ayah, Slamet.
Slamet meminta masyarakat jangan mengurusi sesuatu yang terjadi pada putrinya itu.
Dia memastikan bahwa putrinya itu hamil tanpa berhubungan badan. Dia menilai ini sebuah takdir dari Tuhan.
Kata Slamet, putrinya kerap bermimpi mengandung. Mimpi itu disampaikan selama di pesantren.
Slamet saat ditemui di kediamannya di Pekalongan pada Senin (25/5/2026) malam mengatakan, dirinya bersama keluarga telah menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Meski banyak pihak meragukan penjelasan tersebut, keluarga memilih untuk tidak larut dalam polemik yang terus berkembang.
"Kami sudah meyakini begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang," ujar Slamet, dikutip dari TribunJateng, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: ALASAN Siswi Kelas XI Cathlyn Yvaine Lesmana Dicoret dari Calon Paskibraka Istana Negara Jakarta
Baca juga: Lebaran Haji di Paris
Dia menambahkan, kondisi psikologis putrinya belakangan semakin menurun sejak kisah tersebut ramai diperbincangkan.
Bahkan, keluarga kini membatasi akses F terhadap media sosial agar tidak terus terpapar komentar publik.
"Awalnya dia yang menguatkan kami. Tapi sekarang, justru dia yang semakin tertekan. Kami hanya ingin masyarakat berhenti membahas ini," katanya.
Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka dan menghentikan penyebaran isu yang dinilai telah menambah beban batin putrinya.
"Kami hanya ingin hidup kembali tenang. Biarlah ini menjadi urusan kami dengan Tuhan," ucapnya tegas.
Dia menambahkan, putrinya mulai menyadari adanya perubahan pada tubuhnya setelah tidak mengalami menstruasi sejak September 2025.
Namun selama masa kehamilan, kondisi fisik F disebut tidak menunjukkan perubahan yang lazim. Perutnya hanya tampak membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib hingga Isya, sebelum kembali seperti semula.
Slamet juga sempat berulang kali menanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki kepada putrinya.
"Namun F tetap membantah pernah menjalin hubungan asmara maupun melakukan hubungan di luar nikah," imbuhnya.
Selama ini, F diketahui menjalani pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus Madrasah Tsanawiyah.
Keluarga pun meyakini lingkungan pondok menerapkan pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima kemungkinan lain di balik kehamilan tersebut.
Selain itu, mereka juga menolak untuk dilakukan tes DNA.
Bayi Diadopsi
Di tengah tekanan sosial yang terus meningkat, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi laki-laki yang dilahirkan F kepada keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara melalui proses resmi.
Langkah itu diambil demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi sekaligus melindungi kondisi mental F.
"Bayinya sehat dan tampan. Tentu ada rasa berat saat harus melepasnya, tetapi kami berpikir ini yang terbaik."
"Kalau tetap di sini, anak saya mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan,' tutur Slamet.
Sementara itu, dokter yang menangani persalinan F, dr Imaamah Muqodassah membenarkan bahwa pasien datang ke kliniknya dalam kondisi siap melahirkan pada 13 Desember 2025 malam.
Menurutnya, bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dan menunjukkan kondisi fisik normal seperti bayi pada umumnya.
"Secara medis, usia kandungan pasien sekira 39 minggu. Ini merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya," jelas dr Imaamah.
Pihak klinik baru mengetahui latar belakang kehamilan pasien setelah proses persalinan selesai, saat keluarga menyampaikan bahwa F belum menikah dan mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan.
Sesuai Minatmu
(*/tribun-medan.com)