Singapore Open 2026 - Pelajaran bagi Bobby yang Dulu Tunggal Putra, Melati Ungkap Hikmah Positif meski Tersingkir
Nestri Y May 27, 2026 07:33 PM

BADMINTON INDONESIA
Ganda campuran Indonesia, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, mengungkap kesan bersaing di level atas setelah mentas di Singapore Open 2026.

BOLASPORT.COM - Ganda campuran Indonesia, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, mengungkap kesan mereka setelah berpetualang di Singapore Open 2026.

Pasangan independen besutan PB Djarum ini baru saja menuntaskan babak pertama mereka di Singapore Open 2026.

Namun, langkah Bobby/Melati sudah harus terhenti di babak 32 besar.

Mereka kalah dari Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin asal China melalui pertandingan tiga gim, 21-19, 16-21, 15-21.

Peluang Bobby/Melati memenangkan laga tadi sebenarnya terbuka. 

Mereka mampu membuat ganda campuran racikan baru yang juara Malaysia Masters 2026 itu kewalahaan.

Ketenangan di poin krusial gim kedua masih kalah, yang berujung membuat keadaan berbalik.

Anak didik Vita Marissa mau tak mau harus mengakui keunggulan Gao/Wei.

"Kami sudah mencoba semaksimal mungkin, mencoba dengan segala cara," kata Melati dalam rilis pers PBSi.

"Ada peluang untuk menang tapi sayang di gim kedua saat skor 14-14, kami langsung buang dua poin mudah dari servis."

"Dari situ permainan langsung berubah semua dan mereka ambil kontrol permainan. Andai kami bisa konsisten mungkin ceritanya bisa berbeda. Titik baliknya di situ menurut saya," ujar juara All England bersama Praveen Jordan ini.

Kekalahan ini menambah panjang PR (pekerjaan rumah) Bobby/Melati setelah pada Thailand Open dan Malaysia Masters 2026 sebelumnya, mereka juga sering kalah tipis dari pasangan yang lebih dijagokan.

Oleh karena itu, hikmah dari kekalahan di Singapura kini coba direnungkan mereka.

Melati berpendapat bahwa meski kalah, hasil ini tetap menjadi pembelajaran berharga khususnya untuk Bobby yang terhitung pemain 'baru' setelah sebelumnya fokus di tunggal putra.

"Dari tiga turnamen di Asia Tenggara ini kami mendapat banyak pelajaran, tidak mudah main di level atas," kata Melati.

"Dahulu saya juga merasakan bagaimana perjuangan dari bawah lalu tembus ke atas dan bertahan di sana, ini penting juga buat Bobby yang (statusnya masih) baru," ucapnya.

Sementara itu, Bobby yang semasa juniornya pernah jadi andalah tunggal putra Tanah Air semasa kemenangan bersejarah Suhandinata Cup 2019, meyakini bahwa ia akan terus berproses.

"Dari permainan kami merasa sudah bisa mengimbangi terutama saya juga sudah ada improve tapi tetap masih banyak yang harus dibenahi, ditingkatkan,” kata Bobby.

Ia memang menunjukkan peningkatan terutama dari segi menyerang, defens, dan cover lapangan sebagai pemain putra dalam ganda campuran.

“Senang bisa dapat kesempatan main di level atas ini di ganda campuran."

"Ada tegangnya dan cukup kaget dengan bola-bola sini, tetapi saya akan belajar dan meningkatkan kemampuan,” kata Bobby optimistis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.