BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah Idul Adha 1447 H, kaum muslim memasuki hari tasyrik yang jadi rangkaian hari penting.
Pada momen ini, umat Muslim dianjurkan perbanyak ibadah, zikir dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam tayangan kanal YouTube Ceramah Pendek Kajian Ustadz Adi Hidayat Lc MA, menjelaskan sejumlah hikmah dan larangan pada hari tasyrik.
"Diminta untuk tak potong kuku khawatirnya saat dipotong dan terpisah dari yang lainnya belum di-istighfari," ujar Ustadz Adi Hidayat (UAH)
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Juni 2025 Bertepatan Hari Tasyrik Idul Adha, Buya Yahya Imbau Lakukan Hal Ini
Menurut UAH, ketika Allah hendak mengampuni dosa hamba-Nya maka bagian anggota badan yang terpisah dari bagiannya akan menjadi saksi diakhirat.
Hari Tasyrik dimulai setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
Berdasar hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Maka Hari Tasyrik diperkirakan berlangsung pada:
Kamis, 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 H)
Jumat, 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 H)
Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 H)
Apa Itu Hari Tasyrik?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha yang memiliki keutamaan dalam Islam.
Pada hari-hari tersebut, umat Islam masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban.
Selain itu, Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim)
Karena itu, umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik.
Terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan selama Hari Tasyrik.
Hari Tasyrik ini merupakan hari ketika umat Islam merayakan kemenangan dengan makan dan minum.
Pada hari Tasyrik, umat Islam dapat melaksanakan amalan yakni menyembelih hewan kurban.
Sementara pada hari Tasyrik ini, para jemaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.
Kemudian untuk yang tidak sedang berhaji, hari Tasyrik menjadi waktu untuk larangan berpuasa.
Ada pun larangan berpuasa di hari Tasyrik dijelaskan dalam Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah, Ust. M. Syukron Maksum sebagai berikut:
Berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. : "Bahwasanya Rasulullah saw. mengutus Abdullah Bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan: Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla." (HR Ahmad)
Dengan demikian, seseorang yang biasa melakukan Puasa Sunnah Senin Kamis atau Puasa Daud, dilarang berpuasa ketika bertepatan pada Hari Tasyrik.
Setelah tanggal 13 Dzulhijjah, umat Islam baru dapat melanjutkan berpuasa sunnah.
Selain itu, Imam Muslim juga meriwayatkan hadis yang menerangkan hari Tasyrik sebagai hari istimewa untuk makan, minum, dan untuk zikir.
"Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, 'Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir'," (HR Muslim).
Hari Tasyrik juga merupakan waktu istimewa untuk melakukan ibadah lainnya, karena pada hari-hari ini merupakan waktu di mana kebanyakan orang lalai.
Keutamaan hari Tasyrik dijelaskan dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari.
Imam Bukhari mengutip hadis keutamaan Hari Tasyrik sebagai waktu istimewa untuk ibadah yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra. yang Artinya:
"Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, 'Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini'," (HR Bukhari).
Berikut amalan-amalan sunnah lainnya di Hari Tasyrik :
Mengumandangkan takbir;
Memperbanyak dzikir (Tahmid, Tahlil );
Beragam jenis amalan ibadah (lantaran Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk ibadah. Oleh karena itu, beragam amal ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu istimewa, ganjarannya juga istimewa).
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)