Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Suasana penuh kebersamaan terlihat di dalam Lapas Kelas IIB Tuban pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M, Kamis (27/5/2026).
Petugas lapas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tampak sibuk menyiapkan hidangan dari hewan kurban untuk digunakan dalam kegiatan makan bersama.
Terlihat petugas dan WBP antusias bergotong royong mulai dari menyembelih, memotong daging, hingga memasak makanan yang nantinya disajikan bersama.
Baca juga: Iduladha 2026, Pemkab Tuban Maksimalkan Peran Petugas Kurban hingga 3 Hari Tasyrik
Setelah seluruh hidangan seperti sate dan gulai selesai dimasak, makanan kemudian disajikan untuk dinikmati bersama di area lapangan lapas.
Kepala Lapas Tuban, Irwanto Dwi Yhana Putra, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kedekatan sekaligus menciptakan suasana lapas yang aman dan kondusif.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kami untuk membangun kedekatan dengan warga binaan, mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Irwanto, dalam kesempatan itu juga digelar sesi dialog dan tanya jawab bersama warga binaan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan di dalam lapas.
Dalam perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini, Lapas Tuban menerima tujuh hewan kurban yang terdiri dari dua ekor sapi dan lima ekor kambing.
“Tahun ini ada tujuh ekor hewan kurban yang disembelih,” imbuhnya.
Kegiatan seperti ini bukan kali pertama dilakukan di Lapas Tuban. Kegiatan makan bersama tersebut rutin digelar setiap bulan.
Baca juga: Seusai Salat Iduladha, Warga Tuban Berbondong-bondong Datang ke Makam, Lestarikan Tradisi Nyekar
Sebelumnya, pada momen Ramadan, Lapas Tuban juga mengadakan kegiatan serupa yang dirangkaikan dengan tradisi basuh kaki ibu warga binaan sebagai bentuk introspeksi diri dan ungkapan syukur menyambut bulan suci.
“Kami rutin melakukan kegiatan makan bersama. Ramadan kemarin juga kami melaksanakan tradisi basuh kaki ibu bagi WBP,” bebernya.
Sebagai informasi tambahan, saat ini jumlah warga binaan di Lapas Tuban tercatat sebanyak 417 orang. Tiga orang di antaranya tidak bisa mengikuti kegiatan karena sedang sakit dan menjalani istirahat di blok hunian.