TRIBUNNEWS.COM - Sang juara bertahan MotoGP 2026, Marc Marquez, menegaskan bahwa dirinya bakal melangkah dengan waspada menjelang rencana kembalinya di MotoGP Italia 2026.
Bakal mentas di Sirkuit Mugello akhir pekan ini, The Baby Alien ingin memastikan kondisi fisiknya benar-benar siap menghadapi siksaan sirkuit favorit Giacomo Agostini tersebut.
Sebelumnya, sang pemegang mahkota juara dunia tersebut absen di seri balapan di Catalunya beberapa waktu lalu.
Keputusan tersebut harus diambil setelah cedera berupa patah tulang kaki akibat kecelakaan di Sirkuit Le Mans, Prancis.
Menariknya, momentum cedera tersebut ternyata dimanfaatkan oleh Marquez untuk mempercepat jadwal tindakan bedah rahasia pada bagian bahunya.
Operasi ini sengaja dilakukan demi meredakan gangguan saraf terjepit di bagian lengan tangannya, sebuah masalah yang selama ini kerap mengganggunya.
Kini, sembari menunggu hasil tes pemeriksaan medis final yang dijadwalkan pada hari Kamis (28/5/2026) besok, pembalap asal Spanyol tersebut tengah mempersiapkan diri.
Memasuki garasi tim, Marquez membeberkan secara detail mengenai kondisi terkini.
"Proses pemulihan berjalan sesuai rencana, saya sudah kembali berlatih secara normal dalam beberapa hari terakhir dan saya akan turun ke lintasan terutama untuk menguji perasaan nyata serta kondisi fisik saya di atas motor Desmosedici GP," ujar Marc Marquez melansir Crash.
"Kedua operasi berjalan dengan baik, tetapi kami melangkah dengan segala kewaspadaan yang diperlukan dan dengan pemeriksaan medis final di lintasan. Mugello adalah lintasan yang luar biasa."
"Sejujurnya juga sangat menuntut fisik, tetapi dukungan dari seluruh Ducatisti akan menjadi suntikan motivasi ekstra untuk tampil baik," tegasnya.
Baca juga: Comeback Marc Marquez di MotoGP Italia 2026 Ditentukan Lewat Keputusan Tim Medis
Sebelum dominasi Marquez dengan menyapu bersih podium tertinggi pada musim 2025 lalu, rekan setimnya, Pecco Bagnaia, sesungguhnya telah mendominasi seri Italia ini dengan memenangkan balapan kandangnya tersebut selama tiga musim berturut-turut.
Rivalitas internal di dalam kubu pabrikan Borgo Panigale ini dipastikan akan kembali membakar semangat juang kedua pembalap.
Mengenai atmosfer magis sirkuit ini, Pecco Bagnaia pun tidak bisa menyembunyikan rasa kagum dan antusiasmenya yang sangat besar.
"GP Italia di Mugello selalu menjadi momen yang spesial dalam musim balap. Tidak banyak yang perlu dikatakan tentang lintasan ini, ini adalah salah satu yang terindah dalam kalender balap."
"Salah satu tempat di mana melaju cepat benar-benar memberi Anda sesuatu yang ekstra. Ditambah lagi, ada dukungan dan kasih sayang dari para penggemar, sebuah energi yang luar biasa," tutur Bagnaia dari sumber yang sama.
Bagnaia sendiri baru saja menyelesaikan akhir pekan penuh drama di Catalunya dengan mempersembahkan podium pertama bagi Ducati Lenovo Team di musim ini.
Pencapaian tersebut diraihnya dengan perjuangan yang luar biasa, mengingat dirinya sempat mengalami benturan keras pada bagian pergelangan tangan dan leher akibat terlibat dalam insiden kecelakaan berantai yang dipicu oleh Johann Zarco di Tikungan 1.
"Saya siap dan kami terus bekerja keras bersama seluruh elemen tim. Saya sudah tidak sabar untuk segera turun ke lintasan. Podium di Barcelona, pasca-balapan, adalah perasaan yang tidak biasa, tetapi itu sangat dibutuhkan oleh seluruh kru, terutama setelah hari seperti hari Minggu lalu yang diwarnai begitu banyak insiden," pungkas Bagnaia.
Meskipun menyandang status sebagai duet pembalap tim pabrikan utama, kedua penunggang Ducati ini harus memulai pekan balap di Mugello dari posisi yang kurang menguntungkan.
Di tabel klasemen sementara kejuaraan dunia, mereka masing-masing masih tertahan di peringkat kedelapan dan kesembilan.
Kondisi ini jelas membuat balapan di Mugello menjadi momentum krusial bagi keduanya untuk mendulang poin maksimal demi memangkas jarak ketertinggalan di papan klasemen.
(Tribunnews.com/Niken)