Kejutan Singapore Open 2026: Nestapa 2 Juara All England 2026 Tumbang di Babak 32 Besar
Arif Tio Buqi Abdulah May 27, 2026 10:22 PM

TRIBUNNEWS.COM - Singapore Open 2026 menyuguhkan kejutan berupa rontoknya dua wakil andalan Taiwan sekaligus.

Tragisnya, kedua wakil tersebut merupakan jawara yang sempat menguncang dunia saat naik podium tertinggi All England 2026, Rabu (27/5/2026).

Berlangsung di Singapore Indoor Stadium, kedua bintang Taiwan yang harus mengepak koper lebih awal tersebut adalah ganda campuran Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dan tunggal putra Lin Chun Yi.

Berstatus sebagai pemain unggulan, performa antiklimaks justru diperlihatkan oleh kedua utusan Taiwan tersebut di 32 besar Singapore Open 2026.

Rapor merah ini memperpanjang teka-teki besar mengenai masalah konsistensi yang sedang menjangkiti para kampiun Birmingham tersebut.

lihat foto
YE/NICOLE - Ganda campuran, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan) ketika beraksi dalam gelaran All England 2026 pada 3-8 Maret di Utilita Arena, Birmingham, Inggris. (Foto: BWF)

Nestapa Ye/Chan dan Lin Chun Yi di Laga Pembuka

Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan datang sebagai unggulan kedelapan. Ye/Chan justru tampil melempem saat meladeni  duet non-unggulan asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.

Pasangan Taiwan ini takluk lewat permainan dua gim langsung dengan skor kembar yang cukup mencolok, 14-21, 14-21.

Sama dengan kompatriotnya, nasib nahas juga dialami oleh Lin Chun Yi di sektor tunggal putra.

Menempati posisi sebagai unggulan kedelapan, pemain ini sebenarnya sempat membuka harapan setelah merebut gim pertama dengan skor meyakinkan.

Baca juga: Alarm Jojo usai Tersingkir Cepat di Singapore Open, Indonesia Open 2026 Wajib Jadi Momen Kebangkitan

Namun, petaka datang di dua gim berikutnya. Lin Chun Yi terkena comeback dari tunggal putra non-unggulan asal Hong Kong, Lee Cheuk Yiu.

Melalui pertarungan ketat, Lin akhirnya menyerah kalah dengan skor akhir 21-13, 13-21, 19-21.

Rapor Merah Pasca-Kejayaan di Birmingham

Keberhasilan merajut dongeng indah di All England 2026 nyatanya belum menjadi jaminan bagi kedua wakil Taiwan ini untuk tampil konsisten di  BWF World Tour 2026.

Sejak berjaya di tanah Inggris, performa Ye/Chan terus menunjukkan grafik yang tidak stabil.

Pada turnamen Swiss Open 2026 yang berlevel Super 300, langkah mereka langsung terhenti di babak 16 besar.

Tren negatif tersebut berlanjut pada Kejuaraan Asia 2026, di mana Ye/Chan kembali terkapar di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh, Yuta Watanabe/Maya Taguchi (Jepang).

Ajang Thailand Open 2026 sebenarnya sempat menjadi panggung kebangkitan terbaik mereka setelah berhasil melesat hingga babak perempat final.

Sayangnya, momentum positif di Negeri Gajah Putih itu menguap begitu saja dan gagal mereka replikasi di Singapura minggu ini.

Di sisi lain, penurunan performa yang dialami Lin Chun Yi memiliki latar belakang yang sedikit berbeda.

Sang tunggal putra andalan dilaporkan sempat dibekap cedera otot sesaat setelah meraih gelar juara di Birmingham.

Cedera tersebut bahkan memaksa pria yang baru saja melepas masa lajangnya ini untuk mundur dari Kejuaraan Asia 2026.

Lin sebenarnya sempat kembali dipanggil untuk memperkuat tim Taiwan dalam ajang beregu Thomas Cup 2026.

Namun, ia tidak mendapatkan banyak menit bermain, dan langkah tim putra Taiwan sendiri akhirnya kandas di babak perempat final.

Menatap Kebangkitan di Istora

Meskipun harus menelan pil pahit dan mencatatkan hasil minor di turnamen level Super 750 ini, perjalanan belum sepenuhnya berakhir bagi delegasi Taiwan.

Baik Ye/Chan maupun Lin Chun Yi dipastikan akan langsung mengalihkan fokus mereka untuk menatap turnamen berikutnya yaitu Indonesia Open 2026.

Turnamen berlevel Super 1000 tersebut akan diselenggarakan di Istora, Senayan, Jakarta, pada pekan depan.

Menarik untuk dinanti apakah Jakarta mampu menjadi obat penawar sekaligus titik balik kebangkitan bagi kedua jawara All England ini

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.