Viral Maling Kambing di Tangerang Jadi Bulan-bulanan Massa, Motor Pelaku Dibakar
Abdul Rosid May 28, 2026 01:01 AM

Viral Maling Kambing di Tangerang Jadi Bulan-bulanan Massa, Motor Pelaku Dibakar

TRIBUNBANTEN.COM - Dua pria berinisial MY (26) dan T (26) menjadi bulan-bulanan warga usai kepergok mencuri seekor kambing di kawasan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2026) siang. 

Aksi keduanya viral di media sosial setelah video penangkapan dan pembakaran motor pelaku beredar luas.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di tengah aktivitas warga yang masih ramai pada siang hari. 

Kedua pelaku diduga mencuri seekor kambing milik warga dengan menggunakan sepeda motor sebagai sarana untuk membawa hasil curian.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis, Ahmad Dasuki, menjelaskan aksi pencurian pertama kali diketahui seorang warga yang curiga melihat gerak-gerik pelaku saat berhenti di lokasi kejadian.

"Saat itu saksi sedang melintas melihat kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor tengah berhenti dan mengambil hewan ternak kambing, yang kemudian dinaikkan ke sepeda motor, namun aksi tersebut ketahuan oleh saksi dan pelaku diterikkan maling," ucapnya saat diwawancarai, Rabu (27/5/2026). 

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Massa kemudian mengejar kedua pelaku hingga berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dalam video amatir yang beredar, kedua pelaku terlihat mengalami luka akibat dihajar massa. Warga yang emosi juga membakar sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

Setelah diamankan, kedua pelaku digiring ke kantor Desa Sindang Jaya sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil interogasi, polisi menyebut kedua pelaku mengaku nekat mencuri karena alasan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

‎"Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya, berdasarkan keterangan pelaku, mereka melakukan aksi ini dikarenakan kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Kasus tersebut pun diselesaikan secara kekeluargaan. Korban bernama Mulyani memilih memaafkan pelaku dan tidak melanjutkan proses hukum. 

‎"Korban selaku pemilik, memilih mengedepankan restorative justice karena kerugian yang dialami korban hanya Rp900 ribu," paparnya. 

Sementara itu Ketua RT setempat, Anang mengatakan warga mengeroyok pelaku karena geram aksi pencurian hewan kurban kerap terjadi di wilayahnya. 

‎"Warga udah pada kesal gara-gara hewan milik peternak banyak yang kemalingan. Bukannya malam aja, siang juga ‎berani itu pencurinya, saya sudah berusaha melerai, tapi namanya warga yang lagi emosi," paparnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.