TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota Bogor mengaku akan perhatikan masalah pengangkutan sampah ke tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayumanis, Kota Bogor.
Diketahui, dalam rencana pembangunan PSEL di Kayumanis, pengangkutan sampah jadi kekhwatiran warga.
Warga khawatir pengangkutan sampah nanti menimbulkan dampak bagi pemukiman yang dilintasinya.
Terpantau memang dalam pembangunan PSEL ini, pemerintah membuka jalur baru mengikuti aliran sungai di kawasan Kayumanis.
Namun jalur yang baru dibuka ini terpantau tetap melintasi beberapa pemukiman warga.
Kepala Dinas Lingkuhan Hidup Kota Bogor Danni Wismanto mengatakan pembenahan truk pengangkut sampah akan dilakukan.
"Memang itu yang harus kita benahi, bertahap kita benahi," kata Danni, Selasa (26/5/2026).
"Artinya nanti dengan teknologi ini atas saran tidak boleh menetes, harus tertutup, itu memang bagian dari kelengkapan dari sistem ini. Insyaallah tapi bertahap," imbuhnya.
Dia memperkirakan, paling singkat dalam lima tahun bakal ada perubahan armada truk pengangkut sampah ke PSEL nanti.
Hal ini, kata dia, bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak lain, atau juga bisa dengan mengupdate truk yang ada.
"Dalam 5 tahun, jangka pendeknya dalam 5 tahun ya harusnya kita sudah melakukan perubahan itu," katanya.
"Truk tadi bisa dengan berbagai cara. Bisa kita bekerja sama dengan pihak lain. Kalau kita belum bisa langsung meng-update truk kita langsung, kita bekerja sama dengan pihak lain," ujarnya.
Lanjut dia, atau bisa juga bekerja sama dengan Danantara untuk menyediakan truk bertenaga listrik.
"Tapi memang ada tahapan, ada tahapannya. Tapi itu sudah jadi catatan, catatan dari kami, Pak Wali Kota, Pak Wakil Kota juga selalu menekankan kepada kita, termasuk juga dari DPRD, secara bertahap nanti truknya kita upgrade," ujarnya.
"Masa kita mau lihat negara lain maju, kita truknya doyong terus?, kita juga malu, saya juga habis dimaki terus. 'Truknya DLH, truknya doyong, dengdek', dan sebagainya," ungkapnya.