TRIBUNNEWS.COM - Organisasi sosial Gerakan Solusi Indonesia (GSI) menyalurkan sejumlah hewan kurban di wilayah Solo Raya pada perayaan Hari Raya Iduladha 2026.
Ketua Panitia Kurban GSI, Yuhan Perdana, mengatakan hewan kurban yang disiapkan terdiri dari tiga ekor sapi dan beberapa kambing.
Seluruh hewan tersebut dibeli dari peternak lokal yang berada di Kabupaten Boyolali dan Kota Solo.
"Peternak-peternak lokal sapi dan kambing harus kita larisi. Apalagi Idul Adha hanya sekali setahun. Kalau kita datangi dan larisi senang," ujar Yuhan kepada Tribunnews, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, jenis hewan yang dibeli meliputi sapi Jawa, sapi Madura, serta kambing Jawa.
Menurutnya, kualitas hewan ternak lokal tidak kalah karena proses perawatannya dilakukan dengan baik sejak masih dalam kandungan.
"Peternak lokal tidak kalah. Saat kami tanya makanan hewan benar-benar diperhatikan. Kombinasi ideal antara hijauan dan konsentrat seimbang. Termasuk vaksin dan vitamin," paparnya.
Yuhan menuturkan, hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah di kawasan Karesidenan Surakarta, seperti Boyolali, Sragen, dan Wonogiri.
Baca juga: Golkar DKI Jakarta Potong 57 Sapi dan 60 Kambing Kurban, Ahmed Zaki: Momen Pererat Kepedulian Sosial
Beberapa lokasi penerima antara lain di Sawit, Boyolali, serta masjid di kawasan Masaran, Sragen.
"Hewan kurban untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Semoga hewan kurban GSI bermanfaat," jelasnya.
Selain program kurban Iduladha, GSI sebelumnya juga telah membagikan ribuan paket beras seberat lima kilogram saat Hari Raya Idulfitri. Beras tersebut berasal dari petani lokal di Delanggu, Klaten.
"Berasnya juga lokal. Dari petani di Delanggu Klaten. Kami berharap dari lokal untuk nasional. Produk lokal gak akan kalah dengan produk lainnya," harap dia.
Adapun sasaran distribusi daging kurban GSI ditujukan bagi masyarakat marginal dan daerah yang minim hewan kurban.
Sejumlah penerima manfaat antara lain Pesantren Yatim Aitam Karanganyar, Pesantren Yatim IPHI Sawit Boyolali, masyarakat Desa Sambirejo Sragen, hingga komunitas pengemudi ojek online dan kelompok masyarakat lainnya. (*)