TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Lima gedung berlapis kaca itu terlihat menjulang tinggi.
Membentuk lingkaran, mengelilingi hampir separuh gedung.
Di antara gedung berlapis kaca itu disatukan atap kubah menyerupai payung raksasa.
Dan di tengah-tengah gedung itu berderet begitu banyak rumus-rumus kimia dan fisika yang begitu unik tertulis di dinding kaca.
'Pohon pengetahuan' yang membawa pengunjung menuju 'dunia pendidikan masa depan'.
Itulah kampus baru Universitas Teknik Negeri Bauman Moskow di Rusia.
"Ini adalah simbol-simbol pengetahuan," demikian pihak kampus menyebutnya.
Universitas Teknik Negeri Bauman Moskow adalah satu dari tiga universitas yang dikunjungi Tribunnews.com Network di Moskow, Ibu Kota Rusia, pekan lalu.
Dua kampus lainnya adalah Universitas Kedokteran Riset Nasional Rusia Pirogov dan Akademi Pertanian Timiryazev Moskow.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Sains Rusia, lebih dari 400.000 mahasiswa internasional dari 179 negara belajar di universitas-universitas Rusia.
Dari Indonesia saat ini lebih dari 500 mahasiswa dari tanah air belajar di universitas-universitas Rusia.
Wakil Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Konstantin Mogilevsky, mengatakan jumlah mahasiswa internasional di Rusia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir mencapai 402.000 mahasiswa asing.
"Kami memperkirakan jumlah total mahasiswa yang saat ini belajar di universitas-universitas Rusia akan meningkat menjadi sekitar 425.000. Selama lima tahun terakhir, angka ini akan meningkat sebesar 93.000, atau 28 persen, menjadi 500.000," kata Konstantin Mogilevsky.
Universitas Teknik Negeri Bauman Moskow (BMSTU), yang biasa dikenal sebagai Baumanka, adalah salah satu lembaga pendidikan teknik tertua dan paling bergengsi di dunia dan universitas teknik terkemuka di Rusia.
Selain membangun gedung modern seperti yang diuraikan sebelumnya, Baumanka juga memiliki kampus dengan arsitektur 'klasik' yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Bisa dilihat dari gedung utama bersejarah kampus yang menempati Istana Slobodskoy, sebuah bangunan bergaya Kekaisaran awal abad ke-19 yang disebutkan dalam novel Perang dan Perdamaian karya Leo Tolstoy.
Fasad sisi sungai yang berlawanan, yang ditambahkan pada era Soviet (1949–1960), dibuat dengan gaya neoklasik.
Saat ini, BMSTU memiliki lebih dari 31.000 mahasiswa.
Di kampus ini mahasiwa bisa mengambil program studi teknologi kedirgantaraan dan roket-antariksa, teknik mesin dan ilmu material, elektronika dan mikroelektronika, robotika dan otomatisasi, teknologi informasi, dan matematika terapan.
BMSTU menerima sekitar 1.400 mahasiswa internasional. Karena semua pengajaran dilakukan dalam bahasa Rusia, mahasiswa baru belajar bahasa Rusia setahun sebelum bergabung dengan program utama mereka.
Perwakilan Universitas Bauman, Ivan V. Lobanov mengatakan universitas menyediakan akomodasi asrama untuk mahasiswa internasional dan fasilitas lain seperti fasilitas olahraga, klub sains, seni, komunitas keagamaan, konferensi internasional, dan klub mahasiswa Unial khusus untuk mahasiswa asing.
Tribunnews.com sempat mengunjungi laboratorium antariksa univeritas dan pusat pembuatan perangkat organ-on-a-chip.
Dimana para mahasiswa diajarkan langsung soal teknologi roket, antariksa, robotika, serta kedirgantaraan.
Mahasiswa Fakultas Teknologi Biomedis (BMT) menciptakan perangkat organ-on-a-chip untuk pengujian obat yang dipercepat untuk penyakit yang signifikan secara sosial dan berjuang untuk umur panjang yang sehat dan peningkatan kualitas hidup.
Mahasiswa juga mendemonstrasikan kepada Tribunnews.com roket yang telah dibuat dengan tangan sendiri.
Seorang mahasiswi mengatakan dalam dua tahun mereka sudah mampu membuat sebuah roket.
Selama 195 tahun berdiri, BMSTU telah meluluskan lebih dari 200.000 insinyur. Alumninya banyak berjasa untuk membentuk peradaban moderen manusia bumi diantaranya:
Universitas Pertanian Negeri Rusia Timiryazev (RSAU) merupakan lembaga pendidikan tinggi tertua dan paling terkenal di dunia yang berada di Moskow, Rusia.
Didirikan pada tahun 1865 atas perintah Kaisar Rusia Alexander II, RSAU telah melahirkan begitu banyak ilmuwan kelas dunia seperti Shukhrat Mitalipov (Angkatan 1986) seorang ahli genetika terkenal di dunia orang pertama yang berhasil mengkloning primata.
Beken Okenovich Alimzhanov, Anggota Presidium Asosiasi Internasional "Intervuz" dan Li Shude, salah satu pemulia tanaman sayuran terkemuka di Tiongkok.
Jumlah total mahasiswa universitas ini lebih dari 18.500, termasuk 11.576 mahasiswa penuh waktu, termasuk 1.200 mahasiswa internasional dari 76 negara.
Program studi yang paling populer adalah agronomi, ilmu kedokteran hewan, biologi, konstruksi, ekonomi, dan teknologi informasi (informatika terapan).
Baca juga: Bikin Drone hingga Praktek di Reaktor Nuklir, Keseharian Mahasiswa di Kota Tomsk Rusia
Calon mahasiswa asal Indonesia bisa kuliah di sini menggunakan beasiswa pemerintah Rusia dengan program khusus satu tahun pertama belajara Bahasa Rusia gratis.
Semua warga negara asing disediakan tempat tinggal di asrama.
Tribunnews.com sempat melihat langsung Proyek Transformasi Digital Agroindustri di kampus ini untuk penerapan kecerdasan buatan dan teknologi digital sektor pertanian dengan pengumpulan data primer hingga implementasi layanan digital siap pakai.
Termasuk meninjau pusat pemuliaan benin tanaman dan sayur serta laboratorium genetika.
Tribunnews.com juga mengunjungi kompleks akademi berkuda yang berada di bawah program studi spesialisasi Peternakan Kuda.
Selain melatih dan melahirkan atlet berkuda, kompleks ini juga menampung 28 kuda koleksi dari berbagai ras, baik domestik maupun asing.
Universitas Kedokteran Nasional Pirogov didirikan pada tahun 1906, adalah salah satu universitas kedokteran terkemuka di Rusia.
Spesialisasi utama universitas ini adalah kedokteran, farmasi, biomedis, penelitian perawatan kesehatan, dan sebagainya.
Keunggulan utama adalah kombinasi pendidikan, sains, dan praktik kedokteran.
Universitas memiliki klinik sendiri, berpartisipasi dalam proyek medis federal,
mengembangkan telemedisin, dan menyediakan perawatan medis berteknologi tinggi.
Mahasiswa menerima pelatihan dasar, pusat simulasi modern, dan praktikum klinis awal.
Universitas Pirogov memberikan penekanan khusus pada dukungan komprehensif bagi mahasiswa internasional.
Departemen Pengembangan Internasional Universitas Pirogov menyediakan dukungan hukum dan visa penuh, termasuk undangan, pendaftaran migrasi, dan konsultasi tentang aturan tinggal di Federasi Rusia, serta pengakuan dokumen pendidikan asing.
Departemen ini mengkoordinasikan proses pendidikan bagi mahasiswa internasional dalam program sarjana, spesialis, magister, residensi, dan doktoral.
Saat ini, Universitas memiliki lebih dari 1.726 mahasiswa internasional, diantaranya 9 mahasiswa dari Indonesia.