POS-KUPANG.COM, BORONG - Umat Paroki Waelengga, Keuskupan Ruteng, tepatnya di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan perarakan patung Bunda Maria Dari Gunung Karmel. Pengarakan patung bunda Maria ini dimulai sejak tanggal 27 sampai 30 Mei 2026.
Perarakan patung bunda Maria ini dimulai dari Wilayah Lingkungan Lete dan Sesok, Stasi Lete, Paroki Waelengga 27 Mei 2026 yang berlangsung khusuk.
Kegiatan Perarakan patung Bunda Maria dari gunung Karmel yang di mulai sejak Pukul 08:00 sampai pukul 12:30 ini di sambut dengan antusias oleh Umat dari 2 Lingkungan di Stasi Lete, Paroki Waelengga.
Adapun proses kegiatan perarakan di mulai dari KBG Benteng Gading Lingkungan Sesok dan berakhir di Kapela Stasi Lete yang kemudian di tutup dengan Misa Bersama Pastor Paroki Romo Heri Karno, Pr dan Frater Pio Ngganggu.
Selama dalam prosesi perarakan setiap umat di depan rumah meletakan patung bunda Maria, Tuhan Yesus dan salib Yesus Kristus. Selain itu, setiap perbatasan KBG dibangun gapura untuk penyambutan bunda Maria.
Dalam prosesi perarakan Umat melantunkan doa Rosario dan nyanyian pujian bersama sepanjang perjalanan menuju kapela stasi Lete. Dalam kegiatan ini pun Bunda Maria Dari Gunung Karmel di Sambut Secara adat oleh umat di setiap KBG dan Pengalungan Bunda Maria Dari Gunung Karmel oleh Umat KBG Pohon Suka Cita.
Pastor Paroki Waelengga Romo Heribertus Karno, Pr, dalam rilis yang diterima TRIBUNFLORES.COM, Kamis 28 Mei 2026 menerangkan, tujuan dari perarakan patung bunda Maria ini bahwa Gereja memberi kesaksian bersama bunda Maria.
Tentu Kegiatan ini menghantar umat bersama bunda Maria untuk memberi kesaksian Iman satu dengan yang lain bahwa bunda Maria Bunda Gereja selalu mendoakan hidup kita umatNya
"Kegiatan ini juga menyadarkan kita bahwa hidup kita terus di doakan karena dengan kita mendoakan hidup kita Tuhan akan membimbing kita kepada keselamatan,"ujarnya.
Romo Heri juga mengatakan, kegiatan ini sudah pernah di jalankan sebelumnya dan pada tahun 2026 ini kembali di jalankan dan ini sudah menjadi tradisi Paroki Waelengga.
Romo Heri juga mengatakan, kegiatan perarakan patung bunda maria ini dimulai dari Stasi Lete, kemudian, Kamis 28 hari ini dilanjutkan ke Stasi Lait dan berakhir di Paroki Waelengga, Sabtu 30 Mei 2026.
Ketua Stasi Lete, Tobias Dima menyampaikan terima kasih kepada pastor paroki Waelengga dan juga kepada seluruh umat Stasi Lete yang telah melaksanakan kegiatan perarakan patung bunda Maria.
Ia berharap melalui momen ini, seluruh umat khususnya Stasi Lete betul-betul membangun rohani dari iman, sebab dunia saat ini sudah krisis pada iman.
"Sehingga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai salah satu cara untuk pendalaman iman bagi umat katolik,"ungkapnya.
Tokoh Umat Stasi Lete, Marianus Naur, menyampaikan terima kasih dan juga bahagia karena melalui kegiatan perarakan patung bunda maria sebagai pendalaman iman umat, juga menjadi momen untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar umat. (rob)