Jadwal dan Amalan Hari Tasyrik 2026, Lengkap dengan Anjuran dan Larangannya
Bobby Wiratama May 28, 2026 10:21 AM

TRIBUNNEWS.COM - Hari Tasyrik merupakan tiga hari yang datang setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yang setiap tahunnya menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah umat Islam di seluruh dunia. 

Secara bahasa, kata tasyrik berasal dari kata Arab syarraqa yang berarti “matahari terbit” atau “menghadap ke arah timur”, dikutip dari mui.or.id.

Sebagian ulama juga menafsirkan makna ini sebagai waktu ketika sinar matahari mulai menyebar terang, yang secara simbolik menggambarkan hari-hari penuh cahaya dan keberkahan setelah puncak ibadah haji dan Idul Adha.

Dalam pandangan lain, istilah tasyrik juga dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat Arab terdahulu yang menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar awet dan bisa disimpan lebih lama. 

Hal ini terjadi karena pada masa itu belum tersedia teknologi pendingin seperti saat ini. 

Dari sinilah muncul istilah yang kemudian melekat sebagai “hari penjemuran” atau “hari pengawetan daging kurban”.

Ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa penamaan tasyrik berkaitan dengan waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan setelah matahari terbit. 

Semua pendapat tersebut menunjukkan satu benang merah: Hari Tasyrik sangat erat dengan ibadah kurban dan rasa syukur atas rezeki Allah SWT.

Pada masa ini, suasana spiritual Idul Adha masih terasa kuat, di mana umat Islam tidak hanya dianjurkan untuk melanjutkan ibadah kurban, tetapi juga memperbanyak dzikir, doa, serta rasa syukur atas limpahan nikmat Allah SWT. 

Hari-hari ini bukan sekadar lanjutan perayaan, melainkan waktu khusus yang memiliki ketentuan ibadah tersendiri, termasuk larangan berpuasa dan anjuran untuk menikmati rezeki yang telah diberikan.

Dalam konteks ibadah, Hari Tasyrik menjadi momen ketika umat Islam diajak untuk menyeimbangkan antara pendekatan diri kepada Allah melalui dzikir dan doa, dengan aktivitas duniawi yang penuh keberkahan seperti makan, minum, dan berbagi daging kurban. 

Baca juga: Mengapa Dilarang Puasa di Hari Tasyrik seusai Idul Adha? Simak Waktu dan Amalannya

Di sinilah nilai unik Hari Tasyrik terlihat, yaitu ketika ibadah tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghambaan secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama.

Selain itu, Hari Tasyrik juga menjadi pengingat bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan, di mana ada waktu untuk menahan diri dan ada waktu untuk menikmati nikmat Allah dengan penuh kesadaran dan rasa syukur. 

Karena itu, memahami Hari Tasyrik tidak hanya sebatas mengetahui jadwalnya setiap tahun, tetapi juga memahami makna mendalam di baliknya sebagai bagian dari perjalanan spiritual umat Islam setelah Idul Adha.

Dalil dan Kedudukan Hari Tasyrik

Allah SWT menyebut hari-hari ini dalam Al-Qur’an sebagai Ayyam Ma’dudat atau “hari-hari yang terbilang”, yang di dalamnya umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak dzikir.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Hari Tasyrik juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari hari raya umat Islam. 

Dalam hadis disebutkan bahwa Hari Arafah, Idul Adha, dan Hari Tasyrik adalah hari besar umat Islam yang identik dengan makan, minum, dan berdzikir kepada Allah, bukan berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kami umat Islam, dan hari-hari tersebut adalah hari makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i)

Dengan demikian, Hari Tasyrik bukan waktu untuk menahan diri seperti puasa, tetapi justru waktu untuk mensyukuri nikmat Allah melalui ibadah, kebersamaan, dan konsumsi makanan halal yang telah dianugerahkan.

Jadwal Hari Tasyrik 2026

Jika Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026, maka Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah) jatuh pada:

  • Hari Tasyrik 1 (11 Dzulhijjah): 28 Mei 2026
  • Hari Tasyrik 2 (12 Dzulhijjah): 29 Mei 2026
  • Hari Tasyrik 3 (13 Dzulhijjah): 30 Mei 2026

Jadi, Hari Tasyrik 2026 berlangsung selama 28–30 Mei 2026.

Anjuran dan Amalan di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik justru dipenuhi dengan amalan-amalan yang ringan tetapi bernilai besar di sisi Allah SWT.

Dikutip dari Facebook Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI dan https://kabtulungagung.baznas.go.id/, berikut anjuran dan amalan di hari Tasyrik:

1. Memperbanyak dzikir kepada Allah

Dzikir menjadi amalan utama di Hari Tasyrik. 

Umat Islam dianjurkan memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar sebagai bentuk pengagungan kepada Allah setelah menyelesaikan puncak ibadah Idul Adha.

2. Memperbanyak doa dan rasa syukur

Hari Tasyrik adalah waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa. 

Umat Islam dianjurkan memohon kebaikan dunia dan akhirat, sekaligus memperkuat rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah, termasuk nikmat kesehatan, keluarga, dan makanan.

3. Melanjutkan ibadah kurban

Penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan pada 10 Dzulhijjah, tetapi juga masih sah dilakukan pada Hari Tasyrik hingga 13 Dzulhijjah. 

Ini menjadi kesempatan bagi umat Islam yang belum sempat berkurban pada hari Idul Adha.

4. Menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk ibadah

Pada hari ini, umat Islam justru dianjurkan untuk makan dan minum. 

Hal ini bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi bagian dari ibadah syukur kepada Allah SWT. 

Daging kurban yang melimpah menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.

5. Bertakbir setelah shalat wajib

Setelah shalat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir. 

Takbir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah yang terus berlanjut sejak Idul Adha hingga akhir Hari Tasyrik.

Larangan di Hari Tasyrik

Larangan utama yang sangat jelas dalam Hari Tasyrik adalah berpuasa. 

Rasulullah SAW melarang umat Islam berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

Larangan ini memiliki makna mendalam: Islam mengajarkan bahwa ada waktu untuk beribadah dengan menahan diri, dan ada waktu untuk beribadah dengan menikmati nikmat Allah. Hari Tasyrik adalah waktu kedua, waktu untuk bersyukur, bukan menahan lapar dan haus.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.