Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mengarahkan pola distribusi daging kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah secara lebih inklusif.
Baca juga: Masjid KMAP Takengon Sembelih 11 Sapi dan 6 Kambing Idul Adha 2026
Selain dibagikan kepada fakir miskin, daging dari total sekitar 1.800 hewan kurban tahun ini diprioritaskan sebagai intervensi gizi bagi ibu hamil dan anak-anak yang mengalami tengkes (stunting).
Langkah tak biasa ini diambil sebagai bagian dari strategi integrasi program keagamaan dan penanganan isu kesehatan nasional di daerah.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyatakan bahwa esensi ibadah kurban tidak hanya berhenti pada ritual keagamaan, melainkan harus berdampak nyata pada pemecahan masalah sosial di masyarakat, salah satunya pengentasan gizi buruk.
"Distribusi daging kurban tahun ini kita formulasikan agar lebih tepat sasaran.
Kita tambahkan alokasi khusus untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan penguatan gizi, yaitu para ibu hamil dan anak-anak kita yang stunting," ujar Haili Yoga seusai Salat Idul Adha di Lapangan Sepak Bola Musara Arul Kumer, Kecamatan Silih Nara, Rabu (27/5/2026) pagi.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hewan kurban di seluruh Kabupaten Aceh Tengah pada tahun ini mencapai sekitar 1.800 ekor, termasuk di antaranya hampir 50 ekor yang dipusatkan di Masjid Agung Ruhama Takengon.
Haili mengapresiasi tingginya semangat berkurban masyarakat yang dinilainya sebagai potret kebersamaan yang kuat.
"Poin penting dari Idul Adha adalah kepedulian. Jangan mencari kelemahan orang lain, mari kita menutupi kekurangan sesama. Insya Allah, Allah akan menutupi kekurangan kita bersama," tuturnya.
Baca juga: Idul Adha 1447 Hijriah, Warga Lawe Loning Aceh Tenggara Sembelih 8 Sapi dan 12 Kambing
Selain fokus pada penanganan tengkes, Pemkab Aceh Tengah juga mengumumkan program stimulus spiritual berupa kuota umrah gratis bagi 30 warga.
Program ini menyasar masyarakat biasa yang dinilai konsisten dan aktif menghidupkan tradisi membaca Al-Quran di lingkungannya.
"Siapa saja bisa berangkat, tidak dibatasi status sosial. Nanti akan ada tim verifikasi yang menilai secara sederhana. Warga yang rajin dan dekat dengan Al-Quran yang akan kita seleksi," jelas Haili.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap syiar Islam di pedesaan, dalam kesempatan tersebut pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan dana stimulan pembangunan masjid untuk empat kampung di kawasan Arul Kumer masing-masing sebesar Rp 2,5 juta, serta paket logistik keagamaan berupa puluhan mushaf Al-Qur’an, Juz Amma, dan perlengkapan shalat.
Kawasan Arul Kumer sengaja dipilih sebagai lokasi utama perayaan tahun ini karena dinamika masyarakatnya yang dikenal aktif menggelar kegiatan keagamaan.
Pemerintah daerah bahkan memproyeksikan wilayah ini sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten pada tahun depan.
Di balik momentum perayaan keagamaan tersebut, jalannya ibadah Idul Adha kali ini juga diwarnai dengan momen refleksi politik lokal.
Memanfaatkan kehadiran ribuan jemaah, Haili Yoga bersama Wakil Bupati secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama memimpin roda pemerintahan Aceh Tengah dalam kurun waktu 16 bulan terakhir.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, kami memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh kaum muslimin.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dan ekspektasi publik yang belum sepenuhnya terpenuhi selama 16 bulan terakhir ini dalam memimpin Aceh Tengah," ungkapnya.
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Lapangan Musara Arul Kumer tersebut dipimpin oleh Tgk Mino Haidi selaku imam, sedangkan kutbah disampaikan secara khidmat oleh khatib Tgk Alhafidz.
Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khusyuk. (*)
Baca juga: Trafo PLN Rusak, Ribuan Masyarakat Lawe Loning Aceh Tenggara Salat Idul Adha Gunakan Genset