Pascakebakaran, Warga Pohe Gorontalo Rahman Abdullah Kini Menumpang di Rumah Kerabat
Fadri Kidjab May 28, 2026 02:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kebakaran hebat melanda rumah milik keluarga Abdullah di Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Rabu (27/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut membuat penghuni rumah kehilangan hampir seluruh harta benda mereka.

Salah seorang penghuni rumah, Rahman Abdullah (46), mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya saat api membesar dan melalap rumah mereka.

"Tidak ada yang sempat diselamatkan. Tinggal baju di badan saja," ujar Rahman saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (28/5/2026) pagi.

Kini Rahman terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat setelah rumah peninggalan keluarganya hangus terbakar.

"Sementara saya tinggal di rumah keluarga dulu," katanya.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Rahman terlihat duduk lesu memandangi rumahnya yang kini tinggal puing-puing kayu hangus.

Garis polisi masih terpasang di bagian depan rumah hingga area tangga.

Genangan air dan sisa material kebakaran juga masih berserakan di lantai rumah. 

Rumah yang berada di tengah kawasan padat penduduk itu tampak rusak berat, terutama di bagian lantai dua yang hampir seluruhnya terbuat dari papan.

Kronologi Kejadian

Rahman menceritakan detik-detik awal kebakaran yang terjadi di rumah tersebut.

Saat kejadian, dirinya sempat berada di rumah kerabat yang tidak jauh dari lokasi.

Setelah itu ia kembali ke rumah dan masuk ke kamar bagian belakang di lantai bawah sambil memainkan telepon genggam.

Menurut Rahman, awalnya ia sempat mendengar suara dari arah lantai atas rumah.

Namun suara tersebut tidak membuatnya curiga karena terdengar seperti percakapan biasa.

"Saya dengar seperti ada anak-anak bicara di atas, jadi saya pikir biasa saja," ujarnya.

Beberapa saat kemudian, pamannya bernama Jaidu Abdullah (60), yang tinggal bersamanya di rumah tersebut, tiba-tiba turun dari lantai atas dalam kondisi panik.

Rahman mengatakan pamannya yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan itu hanya berteriak sambil bergegas turun.

"Dia turun cepat sambil bilang ‘ih, ih’ begitu. Mungkin dia sudah lihat api di atas," katanya.

Mendengar teriakan itu, Rahman langsung berusaha mengecek kondisi di bagian atas rumah.

Namun saat mendekati area tangga dan membuka pintu kamar dekat lantai atas, api ternyata sudah membesar.

"Saya lihat dari arah pintu itu api sudah muncul di atas," ujarnya.

Rahman mengaku sempat berniat mengambil air untuk memadamkan api yang mulai membakar bagian atas rumah.

Namun kobaran api dengan cepat membesar hingga menjalar ke area tangga.

"Saya mau naik ambil barang dan kasih padam api, tapi tangga sudah panas dan api sudah di atas semua," katanya.

Ia akhirnya memilih menyelamatkan diri keluar rumah.

Rahman mengatakan hampir seluruh barang miliknya berada di lantai dua rumah.

Mulai dari pakaian, kasur, dokumen penting hingga telepon genggam miliknya ikut terbakar.

Selain pakaian dan dokumen penting, sejumlah barang rumah tangga lain seperti kain, gabus dan perlengkapan penyimpanan juga ikut terbakar di lantai atas rumah.

Sementara di bagian bawah rumah, beberapa barang seperti kulkas dan kompor gas masih terlihat, namun sebagian sudah rusak.

Tapi beberapa barang dan bangun bagian bawah ikut dirembet api sehingga ikut terbakar. Salah satunya di bagian dapur dan kamar bagian tengah.

Rahman mengaku masih bingung memikirkan kondisi ke depan karena rumah tersebut merupakan satu-satunya tempat tinggal mereka.

Diketahui Rahman tinggal di rumah itu bersama pamannya.

Ia belum berkeluarga dan selama ini menjaga rumah peninggalan orang tuanya.

Rahman berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban mereka pasca kebakaran.

Namun hingga Kamis siang, dirinya mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah.

"Belum ada bantuan dari pemerintah sampai sekarang," ujarnya.

Menurut Rahman, saat ini dirinya hanya mendapat bantuan dan perhatian dari keluarga serta warga sekitar yang datang melihat kondisi rumah mereka.

Ia berharap ada bantuan untuk kebutuhan sementara maupun perbaikan rumah yang terbakar.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran di Pohe Gorontalo, Rahman Abdullah Sebut Api Muncul dari Kamar Atas

KEBAKARAN RUMAH -- Kondisi rumah Rahman Abdullah pascakebakaran di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
KEBAKARAN RUMAH -- Kondisi rumah Rahman Abdullah pascakebakaran di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

"Harapannya ada bantuan supaya bisa bangun kembali atau bantu kebutuhan dulu," katanya.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, warga masih berdatangan melihat kondisi rumah yang terbakar.

Beberapa kerabat keluarga juga tampak memilah barang-barang yang masih bisa digunakan di antara puing kebakaran.

Rumah tersebut berada sangat dekat dengan bangunan warga lain sehingga kobaran api sempat membuat masyarakat panik karena dikhawatirkan merembet ke rumah sekitar.

Beruntung api berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.