TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Juru sembelih halal (juleha) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Pinrang, Erwin Hamka, dipercaya memotong sapi kurban Bantuan Masyarakat (banmas) dari Presiden Prabowo Subianto.
Pemotongan hewan kurban banmas itu berlokasi di Arassie, Kelurahan Samaturue, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang.
Erwin Hamka mengaku mengawali karirnya sebagai juleha melalui pelatihan resmi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang mengutus dirinya mengikuti diklat di NTT pada tahun 2018.
"Awal mulanya jadi juru sembelih halal ada pelatihan juleha di Kota Kupang, NTT," kata Erwin.
"Pada saat itu, saya yang diutus dinas Peternakan dan Perkebunan Pinrang," tambah Erwin.
Erwin mengikuti diklat kedinasan tersebut tepatnya pada tahun 2018 silam di Kupang.
Saat ini, Erwin aktif bertugas sebagai juleha di RPH Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Erwin ditugaskan khusus untuk mendampingi Kepala RPH Pinrang, Herman Azis, saat bertugas.
"Kebetulan dulu saya ditugaskan untuk mendampingi kepala RPH pak Herman Azis," ujar Erwin.
Erwin mendampingi Herman Azis sebagai juru sembelih halal di RPH Pinrang tersebut.
"Saya yang dampingi sebagai juru sembelih halal disitu kemarin," tutur pria berusia 41 tahun itu.
Erwin tercatat telah mendampingi Kepala RPH Pinrang tersebut sejak tahun 2017 yang lalu.
Setelah mengikuti diklat, Erwin resmi menerima sertifikat pelatihan dari Balai pada tahun 2018.
"Tahun 2018 saya menerima sertifikat pelatihan dari Balai," jelas bapak empat anak tersebut.
Erwin juga mendapatkan sertifikat kompetensi setelah dinyatakan lulus mengikuti seluruh rangkaian diklat tersebut.
Sertifikat kompetensi juleha milik Erwin tersebut kemudian resmi diterbitkan pada tahun 2019.
Sebelum berangkat pelatihan ke NTT, Erwin merupakan tenaga penunjukan langsung dari Dinas Peternakan.
"Sebelum berangkat pelatihan di NTT, saya adalah penunjukkan dari Dinas Peternakan," ungkap Erwin.
Saat awal bertugas di RPH Pinrang, Erwin ditemani oleh seorang rekan bernama Ronny.
Erwin mengawali profesinya di RPH Pinrang tersebut sebagai seorang butcher atau pengemas daging.
"Saya dulunya sebagai butcher atau pengemasan daging," kenang pria kelahiran tahun 1985 itu.
Pelatihan juleha di NTT tersebut melibatkan tim penguji yang berasal dari negara Mesir.
"Iya orang dari Mesir yang seleksi ketat peserta," pungkas Erwin.
Tim penguji dari Mesir tersebut menerapkan seleksi yang sangat ketat kepada seluruh peserta.
Materi pelatihan juleha tersebut meliputi pemahaman agama hingga teknik pemotongan hewan kurban.
"Pas pelatihan soalnya mulai dari masalah agama hingga sampai teknik pemotongan," kata Erwin.
Erwin mengaku telah memotong puluhan ekor sapi sejak hari raya Iduladha kemarin.
"Mulai kemarin Iduladha sampai sekarang, sudah ada 30-an sapi yang saya potong," kata Erwin.
Sejak mengawali karir sebagai Juleha, pria yang memiliki 4 anak ini telah memotong ribuan sapi dari berbagai instansi.
"Kurang lebih sudah ada 2 ribuan sapi yang telah saya sembelih," ujarnya.
Sapi Banmas dari Presiden ini, diserahkan langsung Bupati Pinrang Irwan Hamid.
Irwan Hamid tampak didampingi Waka Polres, AKBP Yusuf Badu, Dandim 1404 Pinrang, Letkol CZI Imam Subekti dan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, drh. Elvi Martina.
Sapi potong bernama Kingkong jenis Brangus ini dibeli dari salah satu peternak lokal yang ada di Pinrang.
Bobotnya menghampiri 1 ton yaitu 919 kg.
Pembagian dagingnya dijadwalkan akan dibagi merata setelah waktu pelaksanaan salat Ashar.
Pembagian juga tampak menggunakan kupon.
Panitia dari pengurus Masjid Taqwa Arassie merincikan seribuan kurang lebih kupon telah dibagikan.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.