Jakarta (ANTARA) - Badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi PT Brantas Abipraya (Persero) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tetap berjalan sesuai target pemerintah.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan perseroan berkomitmen menjaga tata kelola proyek secara profesional, termasuk memastikan mitra kerja menjalankan kewajiban terhadap tenaga kerja.
“Brantas Abipraya senantiasa memastikan proses pembayaran kepada mandor dan pekerja dilakukan tepat waktu serta tidak diperkenankan melakukan penundaan pembayaran yang dapat berdampak pada kesejahteraan tenaga kerja dan kelancaran operasional proyek,” ujar Dian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan Brantas Abipraya tidak memiliki kebijakan untuk menahan ataupun tidak membayarkan upah pekerja.
Menurut dia, seluruh kewajiban pembayaran menjadi perhatian perusahaan sesuai ketentuan kontraktual serta mekanisme kerja sama yang berlaku.
Dian menjelaskan perseroan juga telah melaksanakan kewajiban pembayaran sesuai kontrak kerja sama.
Ia menyebut perusahaan akan mengambil langkah percepatan penyelesaian apabila dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan kendala administratif yang berdampak terhadap keterlambatan penyelesaian pembayaran upah pekerja.
“Kami juga melakukan evaluasi serta penegasan terhadap seluruh mitra kerja agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya.
Perseroan menyatakan koordinasi dan penyelesaian di lapangan telah dilakukan secara intensif sehingga aktivitas proyek kembali berjalan normal dan kondusif.
Salah satu pekerja proyek menyebut Brantas Abipraya cukup responsif dalam melakukan koordinasi sehingga pekerjaan dapat kembali berjalan.
Hal serupa disampaikan salah satu mandor pekerja yang menilai koordinasi di lapangan berjalan baik dan progres proyek tetap terjaga.
Program Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat selesai pada Juni 2026 mendatang sebagai bagian dari target pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029.
Sekolah Rakyat Banjarbaru dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga sarana olahraga.
“Brantas Abipraya berkomitmen menjalankan seluruh kewajiban sesuai ketentuan kontraktual serta memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah,” ucap Dian.





