Mengetuk pintu kepedulian di tengah momentum suci Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, puluhan wartawan ini meluangkan waktu di sela-sela aktivitas peliputan untuk merajut kebersamaan dengan masyarakat akar rumput.
Melalui sebuah aksi sosial yang penuh dengan kehangatan, mereka menyembelih hewan kurban dan membagikan ratusan paket daging secara langsung kepada warga yang membutuhkan di kawasan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Detik-detik Kedatangan Aktivis dan Jurnalis Indonesia di Istanbul Bersama GSF
Gotong Royong Awak Media Sejak Pagi Buta
Suasana di sekitar Balai Wartawan dan Pos Polisi Pondok Kopi tampak berbeda dari hari biasanya.
Sejak pagi hari, para jurnalis yang biasa menenteng kamera, mikrofon, dan buku catatan, terlihat kompak menyingsingkan lengan baju.
Mereka berbagi tugas dengan penuh antusias, mulai dari mendatangkan juru sembelih profesional, mengawasi proses pemotongan, hingga mengemas potongan daging ke dalam wadah siap salur.
Pada Iduladha tahun ini, Jurnalis Jakarta Timur menyembelih sebanyak dua ekor sapi berukuran jumbo jenis limosin serta tiga ekor kambing.
Dari pantauan di lokasi, antrean warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan lansia sudah mulai memadati area pembagian sejak pukul 08.30 WIB.
Wajah-wajah penuh harap terlihat sabar menanti giliran di tengah terik matahari pagi.
Ketua Jurnalis Jakarta Timur, Rio Manik, yang hari itu tampak khas mengenakan peci berwarna merah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 300 kantong daging kurban untuk didistribusikan.
"Kegiatan ini setiap tahunnya rutin kami gelar dengan harapan mendapat keberkahan di Hari Raya Iduladha," ujar Rio di sela-sela kesibukannya memimpin jalannya pembagian daging, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Tidak Bagikan ke Perorangan, Masjid Istiqlal Jakarta Salurkan Daging Kurban ke Lembaga Terverifikasi
Tepat Sasaran: Prioritaskan Warga Tak Mampu dan Pemulung
Agar aksi sosial ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, panitia kurban dari kalangan jurnalis ini telah melakukan proses pendataan warga penerima manfaat jauh-jauh hari.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap plastik daging yang dibagikan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak dan tepat sasaran.
Rio menegaskan, fokus utama penyaluran kurban tahun ini adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan di sekitar wilayah kerja mereka, termasuk para pekerja jalanan dan pencari barang bekas.
"Seluruh warga yang menerima manfaat telah lebih dahulu didata agar tepat sasaran. Kami menyasar warga tidak mampu, termasuk pemulung yang mendapatkan daging kurban dari Jurnalis Jakarta Timur," terang Rio dengan nada penuh empati.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah hewan yang disalurkan terus mengalami peningkatan saban tahun, dan berharap tahun depan jangkauan bantuan bisa semakin meluas.
Menjaga Asa dan Solidaritas Tanpa Batas
Senada dengan sang ketua, Sekretaris Jurnalis Jakarta Timur, Virda, menyampaikan rasa bangganya terhadap soliditas dan kepedulian yang ditunjukkan oleh rekan-rekan seprofesinya.
Di tengah tuntutan profesi yang mengharuskan mereka bergerak cepat dari satu lokasi peliputan ke lokasi lain, semangat untuk membantu sesama justru semakin membara.
Sejak fajar menyingsing, para wartawan dari berbagai media massa ini sudah menunjukkan komitmen tinggi untuk menyukseskan acara, mulai dari proses awal penjagalan hingga tetes darah terakhir pembersihan lokasi.
Baca juga: Daging Kurban Sapi Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal Diperiksa DKPKP DKI Jakarta, Ada Apa?
"Kedepannya semoga kegiatan ini tidak putus dan bisa membantu warga tidak mampu," pungkas Virda singkat, menyiratkan harapan agar tradisi baik ini terus terjaga dan menjadi pemantik inspirasi bagi kelompok kerja jurnalis di wilayah lain.
Melalui pembagian daging kurban ini, Jurnalis Jakarta Timur tidak hanya berhasil menyalurkan bantuan materiil, tetapi juga berhasil mengirimkan pesan moral yang kuat.
Bahwa di balik pena yang tajam dan kamera yang kritis, mengalir darah kepedulian yang hangat bagi masyarakat kecil yang sering kali luput dari perhatian.