SURYA.co.id, JOMBANG - Suasana Idul Adha di Dusun Pesantren, Desa Peterongan, Jombang tahun ini benar-benar terasa hangat dengan nuansa kebersamaan.
Warga berbondong-bondong menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan dari DPC PDI Perjuangan Jombang, Rabu (27/5/2026).
Di tengah pembagian daging kurban, masyarakat menyampaikan harapan agar kepedulian sosial semacam ini tidak berhenti pada momentum politik saja, melainkan terus hadir sebagai bagian nyata dari solidaritas sosial.
Tradisi kurban di desa ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol gotong royong, memperkuat ikatan antarwarga, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Tokoh agama setempat, Abdul Khalim, menilai bantuan hewan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kedekatan partai dengan masyarakat bawah.
Menurutnya, warga dapat merasakan perhatian yang berkelanjutan di luar agenda pemilu.
"Warga melihat sendiri bahwa kepedulian kepada masyarakat tetap dilakukan, termasuk melalui momentum Iduladha seperti ini," ucap Abdul Khalik dalam keterangan yang diterima.
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, DPC PDI Perjuangan Jombang menyalurkan dua ekor sapi kurban yang berasal dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Selain di Desa Peterongan, bantuan serupa juga diberikan kepada warga Desa Brambang, Kecamatan Diwek.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mengatakan penyaluran hewan kurban tersebut merupakan hasil gotong royong kader partai di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, kepada masyarakat Jombang agar Iduladha dijadikan momentum memperkuat nilai keikhlasan dan semangat berbagi.
"Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga bagaimana membangun rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar Sumrambah saat dikonfirmasi terpisah oleh Tribunjatim.com pada Kamis (28/6/2026).
Menurutnya, kegiatan sosial semacam itu diharapkan mampu mempererat hubungan kemanusiaan antara partai politik dan masyarakat.
"Kehadiran partai di tengah warga, seharusnya tidak berhenti pada agenda politik semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung," ungkapnya.
Usai proses penyembelihan, daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Kaum duafa, tukang becak, hingga warga kurang mampu menjadi penerima manfaat dari pembagian tersebut.
Baginya bantuan itu bukan sekadar daging kurban, melainkan simbol perhatian dan kepedulian yang dirasakan langsung di tengah perayaan hari besar keagamaan.