TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Warga Babadan, Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dikejutkan dengan ditemukannya bayi di area persawahan, Kamis (28/5/2026).
Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Sontak, kondisi bayi tersebut mengundang iba warga sekitar dan pengendara yang kebetulan melintas.
"Bayi ditemukan di area rumput saat cuaca panas," ucap Pak Tarno, warga setempat.
Saat ini kondisi bayi perempuan itu sudah mendapat pertolongan dari warga setempat. Dan sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak berwajib mengenai penemuan bayi di Jalan Madura, Babadan Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini.
Sebelumnya, kejadian penemuan bayi juga terjadi di Kabupaten Tulungagung. Bahkan sampai sata ini personel Polsek Pucanglaban masih melacak sosok pembuang bayi laki-laki yang ditemukan di meja warung pecel tengah sawah Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Rabu (20/5/2026) pukul 23.00 WIB silam.
Baca juga: Pembuang Bayi di Desa Demuk Dilacak Polsek Pucanglaban sampai Wilayah Kabupaten Blitar
Polisi memperluas pencarian hingga di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar yang saling berbatasan langsung dengan Kecamatan Pucanglaban.
Kapolsek Pucanglaban, AKP Tarmadi, mengatakan sudah melacak CCTV yang dipasang di rumah-rumah warga.
“Sejauh ini belum ada petunjuk. Rekaman CCTV yang ada juga belum ada petunjuk,” jelasnya.
Di lokal Desa Demuk, Tarmadi mengaku sudah menggandeng para perangkat dan warga untuk melacak.
Sejauh ini tidak ada warga Desa Demuk yang sebelumnya terdeteksi hamil dan melahirkan tanpa diketahui warga.
Tarmadi juga mengaku melacak hingga ke daerah di bawah wilayah Kecamatan Pucanglaban, seperti Kecamatan Rejotangan, Ngunut, sampai Kalidawir.
“Pelacakan CCTV juga kami lakukan sampai sana. Tapi juga belum ada petunjuk,” sambungnya.
Pelacakan juga dilakukan sampai di wilayah Kabupaten Blitar, yaitu Polsek Bakung dan Polsek Lodoyo Barat.
Alasannya dua wilayah itu juga dekat dengan Desa Demuk, sehingga memungkinkan pembuang bayi datang dari dua wilayah ini.
Asumsinya, pembuang bayi ini melakukan perjalanan sekitar 1 jam atau kurang dari lokasinya melahirkan.
“Doakan saja segera mendapatkan petunjuk. Perkembangan akan kami sampaikan,” ucapnya.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wirana Tamba, mengatakan pembuangan bayi ini terjadi rentang pukul 22.00 WIB sampai 23.00 WIB.
Selimut bayi yang ditemukan juga jadi petunjuk untuk didalami.
Selain itu pelacakan juga dilakukan di Puskesmas dan rumah sakit sekitar, siapa saja yang memeriksakan kehamilan 1-2 minggu sebelumnya.
“Kami juga meminta keterangan, bukan sidik, sebatas wawancara kepada 5 orang. Termasuk orang yang pertama kali menemukan,” ucapnya.
Sebelumnya seorang pencari barang bekas menemukan kardus tergeletak di atas meja warung pecel di tengah area persawahan, Rabu (20/5/2025) pukul 23.00 WIB.
Temuan ini dilaporkan ke sesama warga yang kemudian datang dan memastikan, di dalam kardus itu berisi bayi laki-laki yang masih hidup.
Baca juga: PWNU Jatim Apresiasi Konsistensi Kurban PDI Perjuangan, Rawat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Warga melapor ke Polsek Pucanglaban dan mengevakuasi bayi ini ke Puskesmas untuk mendapat perawatan secepatnya.
Bayi dipastikan tidak lahir di fasilitas kesehatan, karena potongan tali pusat berantakan, bukan dengan alat yang steril.
Bayi laki-laki ini mempunyai panjang 46 cm dan berat 3,6 kg.
(Rendy Nicko/David Yohanes/TribunMataraman.com)