Fakta Baru Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar, Ketua RT : Korban Hanya Melihat 
Rendy Nicko May 28, 2026 04:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Suara ledakan petasan pada balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, terdengar sangat keras saat menjelang salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa ledakan petasan balon udara di area persawahan Desa Tambakan. 

Korban meninggal dunia, yaitu, Irvan Hidayat (22), warga RT 3 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. 

Sedang dua korban luka-luka masih anak-anak, yaitu, AD (11) dan DS (12), warga RT 4 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. 

Baca juga: Pemuda Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan di Balon Udara saat Menjelang Idul Adha

"Suara ledakannya keras, sampai getar di sini. Padahal jaraknya lumayan jauh dengan kampung," kata Ketua RT 4 RW 8 Desa Tambakan, Juwito, Kamis (28/5/2026). 

Juwito mengatakan, saat ledakan petasan terjadi, warga sedang persiapan melaksanakan salat Idul Adha di masjid.

Setelah mendengar ada korban dalam peristiwa ledakan petasan, warga segera mempercepat pelaksanaan salat Idul Adha. 

"Kami mendapat kabar Irvan terkena ledakan petasan. Kami mempercepat pelaksanaan salat Idul Adha, lalu mengurusi korban," ujarnya.

Korban Hanya Melihat

Juwito menjelaskan, Irvan sebenarnya hanya ingin melihat penerbangan balon udara di area persawahan. 

Irvan bukan pembuat balon udara maupun petasan yang meledak.

"Irvan ini hanya mau melihat, dia datang sendiri ke lokasi. Teman-temannya sudah di lokasi duluan, dia baru datang," katanya. 

Menurut Juwito, Irvan juga baru pulang dari perantauan. Selama ini, Irvan bekerja di pertambangan di wilayah Kalimantan. 

Irvan baru tiba di rumah orang tuanya di Desa Tambakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha atau pada Selasa (26/5/2026).

"Selama ini, korban kerja di pertambangan di Kalimantan. Baru pulang sehari sebelum Hari Raya Idul Adha," ujarnya.

"Karena pasa Hari Raya Idul Adha ada petasan dan balon udara, dia (korban) melihat. Dia bukan pembuatan balon udara maupun petasan," lanjutnya. 

Juwito sebenarnya sudah sering memberikan imbauan dan sosialisasi soal larangan penerbangan balon udara dan pembuatan petasan kepada masyarakat. 

Dari PLN, kata Juwito, juga pernah datang untuk mensosialisasikan larangan penerbangan balon udara di lingkungannya. 

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Kronologi Kejadian Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar

"Sosialisasi dan imbauan sudah sering kami lakukan. Kami juga tidak tahu di mana pembuatannya, tiba-tiba pas hari raya ada yang menaikkan balon udara dan petasan," katanya. 

Dua Korban Masih Dirawat di RS

Dua korban lainnya ledakan petasan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, masih dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, Kamis (28/5/2026). 

Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ulfa Azizatuddiyanah mengatakan, kondisi kedua korban ledakan petasan yang masih dirawat di rumah sakit mulai membaik. Kondisi kedua korban sadar dan bisa diajak bicara. 

"Kondisi saat ini korban sudah baik. Korban sadar dan bisa diajak bicara, meski masih ada beberapa keluhan sakit di bagian tubuh yang terkena petasan," katanya. 

Dikatakannya, korban AD (11), kondisi ketika datang di rumah sakit mengalami luka bakar ringan sampai sedang di bagian wajah, tangan, dan beberapa luka lecet di tubuh akibat terkena serpihan petasan.

"Derajat luka bakarnya sekitar dua persen. Luka bakarnya sudah mulai kering dan direncanakan besok dilakukan operasi kecil untuk pembersihan luka," ujarnya. 

Menurutnya, korban DS (12), juga mengalami luka bakar hampir sama di bagian wajah dan beberapa luka lecet di tubuh akibat letusan petasan.

"Kondisinya juga baik, sadar, dan bisa diajak bicara. Keluhan utama masih merasakan nyeri di wajah. Besok rencana juga dilakukan pembersihan luka," katanya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.