TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Crystal Palace menjuarai Liga Konferensi Eropa membuat sepak bola Inggris benar-benar di ambang kejayaan di benua biru.
Klub-klub Inggris tinggal selangkah lagi menciptakan sejarah besar di sepak bola Eropa dengan tiga tim menjadi juara di tiga kompetisi berbeda.
Setelah Crystal Palace dan Aston Villa sukses mengangkat trofi, kini harapan terakhir berada di tangan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Jika Arsenal mampu menjadi juara, maka Inggris akan mencatat rekor langka dengan menyapu bersih tiga kompetisi antarklub Eropa dalam satu musim.
Pencapaian itu akan membuat menyamai dominasi klub-klub Italia pada era keemasan Serie A musim 1989/1990.
Baca juga: 12 Bulan Pencapaian Crystal Palace, Oliver Glasner Torehkan Tinta Emas di Buku Sejarah Klub
Crystal Palace menjadi juara UEFA Conference League atau Liga Konferensi Eropa setelah mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final yang berlangsung di Leipzig, Kamis (28/5/2026).
Gol tunggal kemenangan dicetak Jean-Philippe Mateta pada awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-50'
Trofi tersebut menjadi gelar Eropa pertama dalam sejarah Crystal Palace sejak berdiri pada 1905 lalu.
Kesuksesan itu sekaligus melengkapi periode gemilang pelatih Oliver Glasner yang menangani The Eagle sejak 20 Februari 2024 lalu.
Pelatih 51 tahun asal Austria itu sebelumnya sudah mempersembahkan gelar Piala FA dan Community Shield.
Sementara itu, di pekan lalu tim Inggris lainnya, yakni Aston Villa yang lebih dulu memastikan titel juara Liga Eropa pada Kamis (21/5/2026).
Aston Villa menghancurkan SC Freiburg secara meyakinkan dengan skor telak 3-0 di final Liga Europa yang berlangsung di Istanbul.
Gol Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers memastikan Aston Villa meraih gelar besar pertama mereka sejak menjuarai Piala Liga Inggris musim 1995/1996.
Baca juga: Final Liga Champions: Arsenal Jaga Momentum Pecahkan Telur, PSG Ikuti Jejak Real Madrid
Kini perhatian tertuju kepada Arsenal yang akan menghadapi PSG pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (29/5/2026).
Bagi Arsenal, laga ini bukan sekadar perebutan trofi. The Gunners memburu gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya, pencapaian terbaik Arsenal hanyalah menjadi runner-up pada 2006 sebelum dikalahkan Barcelona dengan skor 1-2.
Dua dekade kemudian, Arsenal kembali ke final dengan perjalanan yang sangat impresif.
Tim asuhan Mikel Arteta belum tersentuh kekalahan sejak fase liga dimulai.
Mereka bahkan mampu menaklukkan tim-tim besar seperti Bayern Munchen dan Inter Milan dengan skor identik 3-1.
Pada fase gugur, Arsenal menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, hingga Atletico Madrid untuk mencapai partai puncak.
Kini mereka tinggal selangkah lagi bagi The Gunners untuk mengukir sejarah baru.
Jika mampu menundukkan PSG, maka Arsenal bukan hanya mengakhiri penantian panjang mereka, tetapi juga membawa sepak bola Inggris mencetak sejarah baru.
Dilansir BBC, Inggris akan menjadi negara kedua yang berhasil memenangkan seluruh kompetisi Eropa dalam satu musim, setelah Italia melakukannya pada 1989/1990.
Saat itu, dominasi Serie A benar-benar mencapai puncaknya. AC Milan menjuarai Piala Champions Eropa, Juventus memenangkan Piala UEFA, sedangkan Sampdoria merebut Piala Winners.
Baca juga: Kejayaan Tim Inggris di Kompetisi Eropa Hadirkan Sejarah Baru, 3 Klub Tembus Final dalam Semusim
Dominasi Italia era 1990-an memang dianggap sebagai salah satu periode terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa.
Klub-klub Serie A kala itu dipenuhi pemain bintang dunia dan menjadi kiblat kekuatan sepak bola global.
Inggris sebenarnya pernah mendekati pencapaian serupa. Pada 2019, Liverpool dan Chelsea sukses memenangkan Liga Champions dan Liga Europa.
Namun mereka gagal menyapu seluruh kompetisi karena tidak memiliki wakil juara di turnamen ketiga.
Hal serupa terjadi pada 2021 ketika Chelsea menjuarai Liga Champions, tetapi Manchester United gagal memenangkan Liga Europa.
Karena itu, peluang Arsenal musim ini terasa begitu spesial. Jika berhasil menjadi juara, maka klub-klub Inggris bukan hanya mendominasi Eropa, tetapi juga menyamai rekor legendaris Italia yang bertahan lebih dari tiga dekade.
(Tribunnews.com/Tio)