BPBD Sleman Berencana Gandeng Ahli Geologi Atasi Teror Api Misterius di Rumah Warga Seyegan
Muhammad Fatoni May 28, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fenomena janggal berupa teror api misterius yang muncul di sebuah rumah di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman tengah menjadi sorotan.

Upaya penanganan untuk mengungkap penyebab kejadian ini melibatkan lintas sektor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, selain telah memberikan bantuan logistik kedaruratan, juga berencana menggendeng Pertamina ataupun Ahli Geologi untuk melacak kepastian sumber pemicu kebakaran. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan permakanan atau logistik kedaruratan sejak mengetahui fenomena tersebut.

Menurut dia, tim Gegana dan Inafis Polda DIY telah turun dan mengecek langsung ke lokasi.

Berdasarkan informasi yang diterima, penyebab munculnya titik api di dalam rumah diduga karena ada kebocoran gas metana dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga.

Oleh karena itu, setelah septictank dibersihkan ditunggu beberapa hari dulu, biar gas tersebut hilang. 

"Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Kapanewon, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran). Kalau untuk kasus kebakarannya, secara kedaruratan sudah kami bantu. Bantu permakanan, logistik," ujarnya, Jumat (28/5/2026). 

Awal Mula Kemunculan Titik Api

Titik api yang muncul di rumah Agus Yani, warga Margomulyo ini pertama muncul pada Jumat malam menjelang Sabtu (23/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Api tiba-tiba muncul membakar kain microfiber yang berada di lantai dekat pintu rumah.

Kain tersebut semula digunakan untuk mengelap tumpahan es teh di lantai dan kemudian diletakkan di atas kursi namun tiba-tiba terbakar. 

Awalnya, penghuni rumah tidak terlalu memikirkan kejadian tersebut.

Kejadian itu dianggap sebagai peristiwa yang mungkin terjadi begitu saja dan memilih melanjutkan aktivitasnya sebelum akhirnya tertidur.

Tetapi sekitar satu hingga dua jam kemudian, penghuni rumah kembali terbangun setelah mendengar anaknya seperti sesak napas.

Saat terbangun, didapati ruangan rumah sudah dipenuhi asap. 

Setelah dicek, api kembali muncul di area sekitar lokasi kejadian pertama.

Kali ini api membakar bagian kusen dan rangka pintu hingga meleleh.

Fenomena serupa kembali muncul ketika penghuni rumah hendak makan siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebuah triplek di dekat lokasi kejadian kedua tiba-tiba terbakar. 

Baca juga: Rentetan Teror Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman Berlanjut, Polisi Ungkap Fakta Baru

Hasil Pemeriksaan Tim Gegana

Hasil pengecekan tim Gegana Polda DIY, sumber api diduga akibat gas metana yang bocor dari IPAL rumah tangga.

Karena itu, upaya penanganan untuk menghentikan sumber gas dilakukan dengan memperbaiki septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.

Namun nyatanya, rentetan kebakaran ini ternyata terus berlanjut. 

Peristiwa terbaru, pada Rabu (27/5/2026) sekitar jam 23.00, handuk merah yang digantung di gagang pintu kamar tengah tiba-tiba terbakar dan jatuh ke lantai.

Hingga hari keenam, berdasarkan data kepolisian, sudah lebih dari 40 kali titik api muncul di rumah tersebut. 

Saat ini, BPBD Sleman masih menunggu hasil pengecekan yang telah dilakukan Tim Gegana dan Inafis Polda DIY yang menduga penyebab kemunculan titik api karena kebocoran gas metana.

Namun demikian, spekulasi lain lain juga muncul mengenai kemungkinan adanya sumber gas alam lain di bawah pemukiman warga. Meskipun kemungkinannya kecil. 

TEROR API: Teror api membakar barang-barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman.  
TEROR API: Teror api membakar barang-barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman.   (Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video api)

Langkah Antisipasi Lanjutan

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, BPBD bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tengah membuka komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki keahlian khusus di bidang energi dan struktur bumi.

"Ini saya dengan teman-teman Basarnas juga mencoba menghubungi Hiswana Pertamina, ataupun teman geologi UPN dan UGM. Tujuannya untuk bisa mengecek secara lebih mendalam, apakah ada sumber lain yang memicu titik api tersebut," ujar Bambang.

Meski sejumlah upaya penanganan  telah dilakukan tidak bisa serta merta dapat menghentikan munculnya sumber api.

Sebab sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.

Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan, ancaman kemunculan titik api di dalam rumah masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.