Sorotan ke Megawati Hangestri, KOVO Pilih Ini Ketimbang Batasi Pemain Liga Voli Korea
Sri Widya Rahma May 28, 2026 05:14 PM

TRIBUNGAYO.COM, SPORT - Federasi bola voli Korea Selatan (KOVO) akhirnya merespons usulan pelatih Timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, terkait pembatasan pemain asing dan jumlah pertandingan di Liga Voli Korea musim 2026/2027.

Baca juga: Liga Voli Korea 2026: Rekrut 2 Rekan Megawati dan Pemilik Jadi Ketua KOVO, Pink Spiders Mendominasi?

Usulan tersebut muncul sebagai bentuk kekhawatiran terhadap menurunnya performa timnas voli putri Korea Selatan, terutama setelah terdegradasi dari Volleyball Nations League (VNL) 2025. 

Cha Sang-hyun menilai ketergantungan klub terhadap pemain asing menjadi salah satu penyebab minimnya perkembangan pemain lokal.

Ia bahkan mengusulkan langkah ekstrem, yakni melarang pemain asing tampil pada fase reguler putaran 4 hingga 6. 

Pemain asing baru diperbolehkan bermain saat babak play-off hingga grand final.

Namun, KOVO memilih pendekatan berbeda.

KOVO Pilih Jalan Tengah

Dilansir Tribungayo.com dari laman SportsSeoul, Kamis (28/5), KOVO tidak langsung menyetujui pembatasan tersebut. 

Sebagai gantinya, mereka mempertimbangkan penambahan jumlah pertandingan di fase reguler serta penerapan sistem rotasi pemain.

Langkah ini dinilai lebih realistis karena tetap memberi ruang bagi pemain lokal tanpa mengurangi peran penting pemain asing dalam kompetisi.

"Terbaru, ada pengajuan aturan untuk memperluas jumlah pertandingan. Saat ini V-League (Liga Voli Korea) memiliki 36 pertandingan yang terbagi dalam 6 putaran," tulis SportsSeoul.

"Beberapa klub juga menyerukan untuk adanya pertandingan yang dikhususkan rotasi pemain lokal. Misalnya, memainkan tiga hingga empat pertandingan seminggu akan menciptakan lingkungan di mana beragam sumber daya harus dimanfaatkan. Inilah latar belakang di balik prediksi bahwa pemain domestik akan menerima peluang yang lebih luas di berbagai posisi."

Selain itu, opsi pembentukan kompetisi level dua untuk pemain muda juga mulai dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.

Baca juga: RESMI! KOVO Ubah Aturan, Pemain Asing Tak Lagi Wajib Ikut Try Out?

Posisi Opposite Jadi Sorotan

Masalah terbesar timnas voli putri Korea Selatan saat ini berada di posisi opposite, posisi yang juga ditempati Megawati Hangestri Pertiwi di level klub.

Kecenderungan klub-klub Liga Voli Korea menggunakan opposite asing membuat stok pemain lokal di posisi tersebut sangat terbatas.

"Posisi yang paling bermasalah adalah opposite spiker. Ini adalah posisi di mana pemain domestik tidak dapat bertahan di V-League. Hampir setiap tim menggunakan pemain asing untuk peran opposite. Kadang-kadang, posisi tersebut diisi oleh pemain kuota Asia," tulis media asal Korea Selatan tersebut.

Ironisnya, salah satu pemain andalan timnas Korea Selatan, Lee Seon-woo, justru berstatus sebagai pelapis Megawati saat bermain di klub Red Sparks. 

Hal ini semakin menegaskan betapa dominannya peran pemain asing di posisi krusial tersebut.

Ke depan, langkah KOVO dalam menyeimbangkan kebutuhan kompetisi dan pengembangan pemain lokal akan menjadi perhatian utama. 

Sementara itu, rencana penambahan jumlah pertandingan baru akan direalisasikan setelah musim 2026/2027 berakhir karena berkaitan dengan kontrak hak siar televisi. (*)

Baca juga: Kontroversi Draft Asia Quarter KOVO 2025, Federasi Voli Korea Beri Sanksi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.