TRIBUNNEWS.COM - Tanah Suci Makkah dan sekitarnya memiliki banyak lokasi yang dikenal mustajab untuk berdoa.
Di berbagai titik ibadah haji dan umrah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
Melalui unggahan resmi Instagram @kemenhaj.ri, disebutkan sejumlah lokasi dan momen istimewa yang memiliki keutamaan besar dalam berdoa, mulai dari sekitar Ka’bah hingga rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa.
Di area ini, banyak jemaah menempelkan dada, wajah, dan tangan sambil memohon kepada Allah SWT dengan penuh harap.
Secara bahasa, “Multazam” berasal dari kata Arab iltazam yang berarti “melekat atau berpegang erat”.
Keutamaannya juga disebut dalam riwayat:
"Aku melihat Rasulullah menempelkan wajah dan dadanya di Multazam." (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya)
Baca juga: Waktu Afdal Lempar Jumrah saat Puncak Ibadah Haji 2026, Dilarang Melontar Pukul 10.00–14.00 WAS
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di samping Ka’bah yang dibatasi tembok rendah.
Tempat itu sebenarnya termasuk bagian dari Ka'bah.
Karena statusnya tersebut, shalat dan doa di Hijr Ismail memiliki keutamaan tersendiri.
Banyak jemaah memanfaatkannya untuk melaksanakan shalat sunnah dan memperbanyak doa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika engkau ingin masuk ke dalam Ka'bah maka shalatlah di Hijr, karena ia termasuk bagian dari Ka'bah." (HR. Tirmidzi)
Thawaf merupakan salah satu ibadah utama dalam haji dan umrah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah.
Selama thawaf, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, serta membaca Al-Qur’an.
Salah satu tempat yang sangat dianjurkan untuk membaca doa adalah di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rasulullah sering membaca doa:
"Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar." (HR. Abu Dawud)
Momen thawaf menjadi kesempatan spiritual yang sangat kuat karena dilakukan di sekitar rumah Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Arafah merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji.
Wukuf di Arafah menjadi rukun haji yang paling utama dan tidak dapat ditinggalkan.
Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa.
Rasulullah menyebut bahwa doa terbaik adalah doa pada hari Arafah, pada saat inilah jutaan jemaah berkumpul memohon ampun kepada Allah SWT.
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Pada hari ini, jutaan jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.
Suasananya yang penuh haru menjadikan Arafah sebagai momen spiritual yang sangat mendalam bagi para jemaah.
Baca juga: Wamenhaj: Fase Haji di Mina Paling Banyak Menguras Energi Jemaah
Setelah meninggalkan Arafah, jemaah menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) dan mengumpulkan batu jumrah.
Di tempat ini, Rasulullah SAW memperbanyak dzikir dan doa.
Beliau berhenti di Masy’aril Haram untuk berdoa, bertakbir, bertahlil, dan mentauhidkan Allah SWT sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Muslim.
Suasana malam yang tenang di Muzdalifah sering dimanfaatkan jemaah untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, dan memperkuat ketenangan batin sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.
Di Mina, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk tidak hanya fokus pada ritual melempar jumrah Ula dan Wustha, tetapi juga memperbanyak doa setelahnya.
"Setelah melempar jumrah pertama dan kedua, beliau berdiri lama menghadap kiblat sambil berdoa." (HR. Bukhari)
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah jumrah bukan sekadar aktivitas simbolik, tetapi juga momentum penting untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mulai dari Multazam hingga Mina, seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci menyimpan keutamaan spiritual yang besar.
Setiap tempat dan waktu menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa, memohon ampun, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dengan memahami lokasi-lokasi mustajab ini, jemaah diharapkan dapat mengoptimalkan setiap momen ibadah haji dan umrah dengan lebih khusyuk dan bermakna.
(Tribunnews.com/Latifah)