TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, Jokowi ingin menggalang kembali basis massa pendukungnya saat Pilpres 2014 dan 2019 untuk 2029 mendatang melalui rencananya melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Jamil mengatakan, hal itu terlihat dari rencana awal safari politik yang akan dikunjunginya, yang salah satunya akan mengunjungi Cirebon, Jawa Barat. Menurutnya, di daerah ini suara Jokowi memang cukup baik.
Baca juga: Jokowi Siap Keliling Indonesia, PDIP, Demokrat hingga Golkar Tanggapi Manuver Politik Eks Presiden
"Jokowi ingin menggalang kembali basis massa pendukungnya saat Pilpres 2014 dan 2019," kata Jamil, saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (28/5/2026).
"Jadi, Jokowi ingin merawat kembali basis massa pendukungnya untuk keperluan Pilpres dan Pileg 2029. Jokowi ingin menunjukkan basis massa pendukungnya cukup kuat dan solid," tambah dia.
Dengan cara itu, kata Jamil, Jokowi ingin menunjukkan episentrum politik masih ada padanya. Karena itu, semua elite politik nasional harus tetap berkiblat kepadanya.
Selain itu, Jamil mengatakan, melalui safari politik itu Jokowi juga ingin menunjukkan kekuatan politiknya yang sesungguhnya.
Menurutnya, kekuatan hanya dapat dipertontonkan melalui safari politik. Sebab, dengan kekuatan politiknya, Jokowi ingin meningkatkan kembali bargaining politiknya kepada Prabowo Subianto dan pimpinan partai politik lainnya.
"Hal ini diperlukamnya sebagai nilai tawar untuk menggolkan anaknya Gibran Rakabuming Raka agar tetap mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029," ucapnya.
"Jokowi bisa jadi berpikir, hanya berbekal kekuatan basis massa yang besar dapat mengamankan Gibran tetap jadi cawapres Prabowo pada Pilpres 2029. Untuk itu, kekuatan politiknya harus dipamerkan melalui safari politik," lanjutnya.
Baca juga: Projo Tegaskan Jokowi Keliling Indonesia Bukan untuk Bangun Oposisi Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Lebih lanjut, kata dia, kekuatan basis massa Jokowi itu juga akan didorong untuk mendongkrak elektabilitas PSI. Hal ini diperlukan agar PSI bisa masuk Senayan.
Ia mengatakan, kekuatan PSI harus didongkrak salah satunya untuk mengawal dan mengamankan Gibran tetap aman menjadi cawapres.
"Hal ini ujung-ujungnya untuk melanggengkan dinasti politik Jokowi. Kalau dua target ini tercapai, maka dinasti politik Jokowi akan tetap terjaga," kata Jamil.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik yang menyebut Jokowi akan kembali turun gunung menyapa masyarakat pada Juni 2026 mendatang.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah pulih 99 persen.
"Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy, Rabu (13/5/2026).