Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan pembangunan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2028.
Pembangunan tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Bengkulu, Mian saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di ruang rapat bupati pada Senin (25/5/2026) kemarin.
Dalam rapat itu, Pemprov Bengkulu memaparkan rincian ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah Rejang Lebong.
Wagub Bengkulu, Mian mengatakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap.
Baca juga: Aksi Diduga Geng Motor Serang Warga di Rejang Lebong, Polisi Didesak Bertindak Tegas
“Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Provinsi Bengkulu di Rejang Lebong insyaallah bisa tuntas pada tahun 2027,”sampai Mian.
Ruas Jalan yang Dibangun Tahun 2026
Pada tahun 2026, Pemprov Bengkulu akan memulai pembangunan ruas Jalan Curup-Air Dingin sepanjang 21,250 kilometer.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada ruas Jalan Beringin Tiga-Bengkulu sepanjang 22 kilometer.
Menurut Wagub, pembangunan dilakukan sebagai bagian dari program peningkatan konektivitas jalan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong.
Kemudian pada tahun 2027, pembangunan dilanjutkan pada ruas Jalan Bukit Kaba sepanjang 6,9 kilometer.
Selain itu, ruas Kepala Curup-Simpang Tiga Karang Baru sepanjang 19,7 kilometer juga masuk dalam program pembangunan lanjutan Pemprov Bengkulu.
Ruas jalan tersebut menjadi bagian dari target penyelesaian infrastruktur jalan provinsi di Rejang Lebong.
Sementara pada tahun 2028, pembangunan difokuskan pada ruas Jalan PUT-Kota Padang Derati-Tanjung Enim batas Sumatera Selatan sepanjang 19,7 kilometer.
Pemprov Bengkulu menyebut pembangunan jalan tersebut bertujuan mendukung akses transportasi antarwilayah hingga kawasan perbatasan provinsi.
Wagub Bengkulu menjelaskan percepatan pembangunan jalan dan jembatan di Rejang Lebong didukung melalui pinjaman daerah yang diperoleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, dana pinjaman tersebut juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah lain di Provinsi Bengkulu.
“Pak Gubernur berhasil mendapatkan pinjaman dari Bank Jabar senilai Rp750 miliar. Melalui dana ini, seluruh jalan dan jembatan provinsi di Rejang Lebong akan tuntas dibangun, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi Musi Kejalo,”terang Mian.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab Rejang Lebong juga menyampaikan sejumlah usulan penanganan infrastruktur tambahan.
Di antaranya rehabilitasi jalan kawasan Jembatan Air Duku yang kerap terdampak banjir serta penanganan Jembatan Air Merah.
Usulan itu disampaikan langsung Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja.
“Kami berharap jalan di kawasan Jembatan Air Duku dan Air Merah dapat diintervensi karena merupakan jalan provinsi,”sampai Hendri.
Menanggapi usulan tersebut, Wagub memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu siap menindaklanjuti penanganannya.
“Untuk Jalan Air Duku silakan segera sampaikan proposalnya. Sedangkan Jembatan Air Merah akan segera dibangun bekerja sama dengan TNI sebagai pelaksana,”jawab Mian menanggapi Plt Bupati Hendri.