TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan bergerak cepat menangani dampak kasus yang terjadi di Ponpes Padepokan Padang Ati dengan menyiapkan relokasi bagi ratusan santri serta menerjunkan tim psikolog untuk pendampingan trauma healing.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi psikologis dan keberlanjutan pendidikan para santri tetap terjaga.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Pekalongan Kota, DPRD, dan instansi terkait untuk memitigasi dampak yang dialami para santri.
Baca juga: Jangan Takut Lapor, Polisi Buka Posko Korban Pencabulan di Pondok Padang Ati Pekalongan
• Polisi Periksa Sisa Hidangan Barbeque, Satu Keluarga Tewas di Temanggung Diduga Keracunan
"Kami berkoordinasi dengan jajaran Polres Kota karena wilayah hukumnya berada di Polres Pekalongan Kota."
"Kami juga berkoordinasi dengan DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan langkah mitigasi terhadap para santri di Padepokan Padang Ati," ujarnya, Kamis (28/6/2026).
Menurut Yulian Akbar, Pemkab Pekalongan telah menerjunkan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial, tenaga medis, serta psikolog untuk memberikan pendampingan kepada para santri yang masih berada di lingkungan padepokan, khususnya santri perempuan.
Dia menegaskan, perhatian utama pemerintah saat ini bukan hanya terkait relokasi, tetapi juga pemulihan kondisi mental para santri yang berpotensi mengalami trauma akibat kasus yang mencuat.
"Kami menjaga betul kondisi psikologis para santri, karena apa pun yang terjadi tentu akan memberikan rasa trauma bagi mereka. Pemerintah hadir, untuk mendampingi para santri dan warga Kabupaten Pekalongan," katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema relokasi ke sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Buaran dan sekitarnya.
Sedikitnya ada empat pondok pesantren telah diajak berkoordinasi untuk menampung para santri.
"Insya Allah kami sudah berkoordinasi dengan empat pondok pesantren di Buaran untuk relokasi para santri," tambahnya.
Relokasi tersebut diprioritaskan bagi santri yang masih berstatus pelajar madrasah tsanawiyah maupun aliyah agar aktivitas pendidikan mereka tetap berjalan.
Berdasarkan data yang diterima Pemkab Pekalongan, total santri di Padepokan Padang Ati mencapai 359 orang.
Namun sebagian telah dijemput oleh keluarganya masing-masing, sehingga saat ini tersisa sekira 109 santri yang masih berada di dalam padepokan. (*)