Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Satu jamaah haji asal Kabupaten Tulungagung meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci pada Rabu (27/5/2026).
Jamaah haji ini adalah Jani Marni (66) dari Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo yang bergabung dalam Kloter 103 Embarkasi Surabaya.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Suryani, Jani meninggal dunia saat di Mina pada pukul 12.24 waktu Arab Saudi.
“Beliau meninggal dunia, diduga karena dehidrasi,” jelas Suryani saat dihubungi lewat telepon.
Lanjutnya, Jani meninggal dunia dalam rangkaian ibadah haji di Mina.
Seperti yang diinformasikan petugas kesehatan yang mendampingi, diduga almarhum meninggal karena dehidrasi.
Baca juga: Operasi Caesar Tertunda karena Dokter Naik Haji, Bayi Rosita Malah Meninggal Dunia di Kandungan
Suryani memaparkan, saat di Mina jamaah haji tinggal di dalam tenda-tenda dengan cuaca Arab Saudi yang panas.
“Sebenarnya tendanya dilengkapi dengan AC. Tapi kadang ada jamaah haji yang tidak tahan dengan AC,” ungkapnya.
Sebelumnya seorang jamaah haji asal Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Subagyo Prapto Wiyarjo (65) juga meninggal dunia karena dehidrasi.
Penyebab kepergian dua jamaah haji karena dehidrasi ini menjadi catatan petugas.
Jamaah haji diminta untuk menjaga asupan cairan selama melaksanakan rangkaian ibadah agar terhindar dari dehidrasi.
“Jenazah beliau akan dimakamkan di Mekah,” ucapnya.
Sebelumnya Subagyo meninggal dunia di tengah wukuf di padang Arafah.
Subagyo sempat ke kamar mandi, namun saat keluar kamar mandi kondisinya lemas, kemudian meninggal dunia.
Dua hari sebelumnya Subagyo sempat diinfus karena kondisi kesehatannya menurun.
Setelah mendapat perawatan kondisi pulih sehingga siap melaksanakan wukuf.
Bagi jamaah haji yang meninggal dunia dan belum menyelesaikan rukun haji, maka akan dibadalkan oleh petugas resmi.
Dengan demikian sampai saat ini ada 2 jamaah haji dari Kabupaten Tulungagung yang meninggal dunia.