SURYA.CO.ID TUBAN - Pengunjung Warkop Millenial di Tuban dikejutkan kemunculan ular piton 2,5 meter yang bersembunyi di tumpukan kayu.
Damkar Tuban bergerak cepat mengevakuasi reptil tersebut hingga tengah malam tanpa menimbulkan korban.
Pengunjung Warkop Millenial Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter pada Rabu (27/5/2026) malam.
Reptil tersebut ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kayu bekas reng dan usuk di area warkop, sehingga membuat pemilik dan pengunjung merasa resah.
Baca juga: Detik-detik Ular Piton 6 Meter Takluk Oleh Petugas Damkar Kediri, Bikin Resah Warga
Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 23.35 WIB. Tak lama berselang, tim dari Pos Mako langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 23.52 WIB untuk melakukan penanganan.
“Begitu menerima laporan adanya ular piton yang meresahkan pengunjung warkop, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujar Sutaji, Kamis (28/5/2026).
Proses evakuasi ular berlangsung hingga pukul 00.13 WIB. Petugas sempat mengalami kendala karena harus memindahkan tumpukan kayu yang menjadi tempat persembunyian ular.
Meski demikian, evakuasi berjalan lancar tanpa adanya korban maupun insiden berbahaya.
“Proses evakuasi ular piton tersebut berjalan aman, tanpa kendala maupun korban,” imbuhnya.
Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut dibawa ke Pos Mako Damkar Tuban untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Detik detik King Cobra Masuk Rumah Saat Lebaran, Damkar Evakuasi Dari Dapur Warga
Sutaji juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan sekitar, serta menjaga kebersihan area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa.
Ia menegaskan warga tidak disarankan menangani sendiri ular piton karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau warga untuk tidak menangani sendiri hewan liar seperti ular piton karena berisiko membahayakan keselamatan,” bebernya.