TRIBUNSUMSEL.COM -- Kasus kematian tragis satu keluarga yang terdiri dari empat orang di dalam Tenda Camping Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi sorotan
Keluarga asal Ambarawa tersebut ditemukan terbujur kaku pada Rabu (27/5/2026) sore dengan indikasi awal diduga akibat keracunan makanan barbeku (barbeque).
Terlepas dari peristiwa pilu tersebut, lokasi kejadian yakni Taman Wisata Alam Posong selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling populer dan eksotis di Jawa Tengah.
Lokasinya berada di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Baca juga: Sosok Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong, Dikenal Dermawan, Sang Anak Mahasiswa UGM Akan Wisuda
Berada di kaki Gunung Sindoro, tempat ini menawarkan panorama alam yang memukau sekaligus fasilitas menginap modern yang ramah keluarga.
Kawasan Wisata Posong menyediakan fasilitas glamping (glamorous camping) bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berkemah tanpa repot.
Penampakan Tenda Glamping Safari—seperti nomor 3 yang disewa oleh korban—memiliki ukuran yang cukup luas dan berdiri di atas panggung kayu (decking).
Di sekitar jalan setapak menuju tenda, tampak hamparan tanaman hias dan bunga-bunga kuning khas vegetasi pegunungan.
Karena letaknya yang tinggi di lereng Gunung Sindoro, kawasan ini memiliki suhu udara yang sangat sejuk pada siang hari dan bisa berubah menjadi sangat ekstrem dingin pada malam hingga dini hari.
Sebelum diguncang oleh kabar duka ini, Posong adalah surga bagi para pemburu matahari terbit (sunrise hunter).
Tempat ini diklaim sebagai salah satu titik pandang terbaik untuk menyaksikan Golden Sunrise.
Penemuan empat jenazah yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua anak laki-lakinya ini langsung menggegerkan warga dan pengelola wisata setempat.
Identitas para korban yakni M Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakim (16).
Satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersebut diidentifikasi sebagai sepasang suami istri, Muhamad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43), serta kedua anak laki-laki mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).
Penjabat Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, membenarkan adanya penemuan empat korban meninggal dunia di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung.
"Kejadian (penemuan) di tempat wisata di Kledung, Kabupaten Temanggung," ucapnya di Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung, Kamis (28/5/2026), dilansir dari Kompas.com.
Baca juga: Sosok Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong, Dikenal Dermawan, Sang Anak Mahasiswa UGM Akan Wisuda
Berdasarkan data kepolisian, rombongan keluarga tersebut tiba di kawasan wisata alam Posong yang terletak di Kecamatan Kledung, Temanggung, pada Selasa (26/5/2026) malam sekitar pukul 21.05 WIB.
Mereka datang mengendarai mobil Honda Jazz RS berwarna putih dengan nomor polisi H-1609-PT.
Sesampainya di lokasi, petugas wisata langsung mengantarkan mereka menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB untuk beristirahat.
Pada pukul 09.00 WIB pagi, petugas glamping mengantarkan sarapan ke tenda korban, namun tidak mendapatkan respons atau jawaban dari dalam.
Petugas kembali mendatangi tenda untuk bersiap melakukan pembersihan karena sudah mendekati waktu check-out pukul 11.30 WIB.
Namun saat disapa dari luar, kondisi di dalam tenda tetap hening tanpa jawaban.
Pukul 15.45 WIB, didorong rasa curiga yang mendalam, petugas akhirnya memutuskan membuka paksa tenda.
Di sanalah, keempat anggota keluarga tersebut ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak kepolisian segera menerjunkan Unit Inafis bersama tim medis dari Puskesmas Kledung untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi di dalam tenda atau area camping tampak rapi. Pada tubuh keempat jenazah juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik," jelas Iptu I Komang Mahendra.
Namun, petugas mencatat adanya kondisi yang tidak biasa pada jasad para korban saat ditemukan.
"Kondisi keempat tangan jenazah dalam posisi menggenggam," urainya lebih lanjut.
Hingga saat ini, indikasi awal penyebab kematian satu keluarga tersebut mengarah pada dugaan keracunan.
Asumsi ini diperkuat oleh temuan tim medis di lapangan yang melihat adanya busa yang keluar dari mulut para korban.
"Indikasi awal kemungkinan (keracunan). Kemungkinan dari makanan barbeku yang dibawa sendiri oleh korban," imbuh Komang.
Hingga Kamis (28/5/2026), aparat kepolisian bersama tim forensik masih bekerja mengurai penyebab pasti kematian empat korban yang ditemukan tak bernyawa itu.
Tim Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng disebut sedang melakukan olah TKP.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng akan melakukan pemeriksaan autopsi terhadap jenazah para korban guna memastikan penyebab medis kematian.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, proses tersebut masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
“Proses autopsi sedang berproses di RSUD Temanggung untuk menentukan penyebab kematian dari peristiwa tersebut. Hari ini pula sedang dilakukan olah TKP oleh tim Bid Labfor Polda Jateng."
"Hasilnya kami masih lakukan analisis sebagai bagian dari penyelidikan,” kata Kombes Pol Artanto, Kamis (28/5/2026), dilansir dari Tribunjateng.com.
Sebelumnya, empat orang yang diketahui masih satu keluarga ditemukan meninggal di sebuah lokasi wisata di Kabupaten Temanggung pada Rabu (27/5/2026) sore.
Seluruh korban diketahui berasal dari Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Jenazah satu keluarga yang tewas saat camping di Kabupaten Temanggung telah dimakamkan di TPU Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026).
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com