SURYAMALANG.COM, MADURA - Manajemen Madura United bergerak cepat menyongsong musim baru setelah berhasil lolos dari jerat degradasi Super League 2025/2026.
Pelatih karteker, Rakhmat Basuki bersiap mengambil kursus Lisensi Pro bulan depan demi mematenkan statusnya sebagai pelatih kepala.
Di sisi lain, Presiden Klub Achsanul Qosasi juga membocorkan rencana besar tim yang siap memagari lima pemain asing andalan mereka lewat kontrak jangka panjang.
Rakhmat Basuki sukses menjadi juru selamat Madura United dari jurang degradasi di kompetisi Super League 2025/2026, meski statusnya hanya sebagai pelatih karteker.
Di bawah tangan dingin pelatih lokal tersebut, Madura United disulap menjadi tim tangguh memasuki akhir kompetisi.
Dari total sembilan laga di bawah kepemimpinannya, Laskar Sape Kerrab berhasil memenangi 5 pertandingan, sementara 4 laga sisanya menelan kekalahan.
Baca juga: Sihir Terakhir Valdeci untuk Arema FC, Selebrasi Gol ala Messi Sebelum Pamit Tinggalkan Singo Edan
Menariknya, tiga kemenangan di antaranya didapat Madura United saat bersua tim-tim kuat seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Bali United.
Kejelian taktik ini lahir, karena Rakhmat Basuki sudah mengabdi selama 10 tahun di Madura United.
Rakhmat menghabiskan enam tahun di tim akademi, dan empat tahun terakhir mulai fokus membantu tim senior sebagai asisten pelatih.
Sayangnya, meski terbukti ampuh menakhodai tim, Rakhmat Basuki tidak bisa langsung menjadi pelatih kepala secara permanen di kompetisi tertinggi Indonesia. Langkahnya terganjal oleh regulasi lisensi pelatih.
Operator kompetisi mewajibkan pelatih kepala di Super League mengantongi lisensi AFC A Pro, yang merupakan tingkat akreditasi tertinggi dari AFC.
Sementara itu, lisensi yang dimiliki Rakhmat Basuki saat ini masih berada satu tingkat di bawahnya.
"Yang jelas untuk bisa naik ke level sebagai pelatih kepala, keinginan itu ada. Cuma saya harus lebih berani memantaskan diri," kata Rakhmat Basuki.
"Insya'Allah bulan depan saya sudah mulai mengikuti kursus Pro License di Indonesia," tambahnya.
Baca juga: Respons Tegas Bernardo Tavares: Pertama Kali Pemain Persebaya Tak Dipanggil Timnas di FIFA Matchday
Rakhmat berharap mendapat dukungan dari semua pihak, tidak hanya dari keluarga besar Madura United, tetapi juga dari masyarakat Madura secara umum.
Pasalnya, jika sukses menyelesaikan kursus tersebut, Rakhmat Basuki akan mencatatkan sejarah sebagai pelatih asli Pulau Madura pertama yang memiliki lisensi tertinggi.
Kehadirannya juga akan menjadi simbol keterwakilan pelatih lokal asal Pulau Garam dalam meramaikan peta persaingan pelatih kepala di Super League.
"Ya mudah-mudahan saya berhasil bisa mendapatkan license itu, dan mengembangkan amanah sebagai pelatih yang bisa untuk membawa Madura United berprestasi," pungkas Rakhmat Basuki.
Sementara itu, Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi (AQ), mulai memberi bocoran terkait rencana manajemen dalam pembentukan tim untuk musim 2026/2027 mendatang.
AQ mengusung ambisi besar untuk membawa Madura United kembali kuat, tidak seperti musim 2025/2026 yang harus berjuang hingga pekan terakhir demi terhindar dari degradasi, sebuah periode yang dinilai sebagai musim terburuk Madura United sejak berkompetisi di kasta tertinggi tanah air.
Pada musim lalu, walau sempat tertatih-tatih di zona merah, Madura United sebenarnya sudah memastikan diri aman dari degradasi sehingga tiga pertandingan terakhir mereka tidak lagi memberikan dampak instan pada posisi klasemen.
"Pertama kami syukuri hasil tim (terhindar dari degradasi). Nanti saya umumkan pelan-pelan, sambil lihat regulasi pemain," kata AQ di Stadion Bangkalan.
"Karena untuk musim depan belum ada regulasi yang fix, jadi belum ada kabar terbaru," tambahnya.
AQ menegaskan, semua rencana penyusunan tim akan mengacu pada regulasi final kompetisi, tidak terkecuali mengenai kuota jumlah pemain asing.
Begitu regulasi resmi diketok palu, manajemen Madura United dipastikan akan langsung bergerak cepat.
"Tapi, intinya pemain asing Madura United lima diantaranya kami kontrak panjang. Sehingga dari yang stay kemarin yang main terus itu yang akan tetap stay musim depan," tegasnya.
Lima pemain asing yang dimaksud mengarah kuat pada sosok Lulinha, Iran Junior, Pedro Monteiro, Kerim Palic, dan Jordy Wehrmann.
Kebijakan ini diambil tanpa mengesampingkan peran Junior Brandao yang tampil gemilang mencetak brace ke gawang PSM Makassar di laga terakhir.
Baca juga: Sinyal Marcos Santos Bakal Perpanjang Kontrak dengan Arema FC, Sudah Ada Negosiasi dengan Manajemen
Secara khusus, AQ memberikan pujian tinggi atas perjuangan maksimal skuadnya yang tetap bermain spartan, meskipun sejumlah pemain kunci terpaksa absen akibat dibekap cedera.
"Bagi kami, ini adalah perjuangan yang mestinya kami lakukan ini sejak awal kompetisi," tegasnya.
Di akhir penjelasannya, AQ berharap tidak hanya internal tim saja yang terus berbenah menyambut musim depan. Operator kompetisi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalannya liga secara keseluruhan.
"Mari perbaiki sepak bola ini dengan baik. Kualitas kompetisi kami perbaiki, jangan sampai kompetisi ini kualitasnya menjadi turun. Setiap tahun harus meningkat, demi kecintaan kita terhadap sepak bola," pungkas AQ.