Kagama Aceh Salurkan Kurban ke Delapan Daerah Terdampak Banjir
Yocerizal May 28, 2026 09:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh melaksanakan program kurban dan infak kurban untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Penyaluran dilakukan ke delapan kabupaten/kota, yakni Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Ketua Kagama Aceh, M Nasir, mengatakan Idul Adha tahun ini menjadi momen spesial bagi Kagama Aceh.

Pasalnya, setelah sebelumnya aktif dalam proses tanggap bencana hidrometeorologi, kini Kagama Aceh kembali hadir melalui penyaluran hewan kurban kepada masyarakat terdampak banjir.

“Idul Adha kali ini menjadi momen yang spesial bagi Kagama Aceh,"

"Karena setelah terlibat aktif dalam proses tanggap bencana hidrometeorologi, kini kami bisa menyalurkan kurban dan infak kurban kepada masyarakat terdampak banjir,” kata M Nasir.

Dalam program tersebut, Kagama Aceh menyalurkan lima ekor qibas atau kambing untuk kurban.

Baca juga: VIDEO - Viral! Pasangan Paruh Baya Digerebek di Toilet Masjid Saat Idul Adha

Baca juga: Viral! Kerbau Mirip Donald Trump Gagal Jadi Kurban Idul Adha

Selain itu, melalui program infak kurban yang berasal dari gabungan sedekah anggota, Kagama Aceh juga menyalurkan satu ekor sapi dan sebelas ekor qibas/kambing.

Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 72.750.000.

Sebagian besar donasi berasal dari alumni Universitas Gadjah Mada yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 59.750.000 ditransfer langsung ke rekening Kagama Aceh.

Sementara Rp 13.000.000 lainnya dibayarkan langsung oleh para donatur kepada penjual hewan kurban.

Meski demikian, proses penyaluran ke wilayah terdampak bencana tetap dikoordinasikan oleh Kagama Aceh.

Penyembelihan hewan kurban dan infak kurban dilaksanakan pada hari pertama dan kedua Idul Adha.

Bermula dari Percakapan di Grup

Program ini bermula dari percakapan santai pengurus Kagama Aceh di grup WhatsApp.

Beberapa pengurus, di antaranya Mirwatul Uli dari Bidang Sosial dan Keagamaan, serta Cut Mita dan Triva Murtina Lubis dari Bidang Fasilitasi dan Pemberdayaan Alumni, mengusulkan agar Kagama Aceh ikut berbagi daging kurban kepada para penyintas bencana.

Usulan tersebut kemudian diwujudkan menjadi program kerja Bidang Sosial dan Keagamaan Kagama Aceh.

Baca juga: Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Umat Islam Dilarang Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca juga: Wali Kota New York Zohran Mamdani Shalat Idul Adha dengan Jubah Arsenal, Apa Maknanya?

Untuk pelaksanaan di lapangan, dibentuk panitia yang mengoordinasikan penyaluran kurban dan infak kurban.

Nirzalin ditunjuk sebagai koordinator lapangan, sedangkan Mirwatul Uli menjadi wakil koordinator.

M Nasir menyebutkan, meski kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan dengan waktu persiapan yang relatif singkat dan jumlah donasi yang masih terbatas, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang baik.

Ia berharap kegiatan kurban dan infak kurban ini dapat terus berlanjut dan menjadi program tahunan Kagama Aceh.

“Semoga kurban yang dikoordinir oleh Kagama Aceh menjadikan kita sebagai manusia yang selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah mahdhah dan ibadah sosial,” ujarnya.

“Setiap pengorbanan membawa keberkahan dan setiap keikhlasan menghadirkan kebahagiaan,” tambah M Nasir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.