TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Fenomena mistis atau gejala alam?
Rumah milik Agus Yani di Seyegan, Sleman, mendadak menjadi sorotan setelah diteror lebih dari 40 kali kebakaran misterius dalam enam hari terakhir.
Berbagai perabot mulai dari boneka hingga pipa yang dialiri air hangus terbakar secara acak, memaksa Tim Gegana Polda DIY turun tangan membongkar misteri di balik munculnya titik api tersebut.
Baca juga: Kisah Mistis Toko Bunga Semerbak Purwokerto: Saat Jenazah Pesan Sendiri Hiasan untuk Petinya
Fenomena kemunculan titik api misterius di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disebut mirip dengan peristiwa yang pernah terjadi di Gunungkidul pada 2015 silam.
Pernah Terjadi Kasus Serupa di Gunungkidul
Rentetan kejadian di Seyegan membuat warga teringat kasus kebakaran misterius yang pernah menimpa rumah keluarga Ladino dan Tugiyah di Kwangen Lor, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, pada 2015 lalu.
Saat itu, berbagai barang di dalam rumah terbakar tanpa sebab yang jelas.
Perkakas rumah tangga mulai dari kasur, televisi, kain, pakaian, hingga peralatan dapur dilaporkan terbakar secara misterius selama berhari-hari.
"Sehari bisa terbakar empat kali. Sudah seminggu ini kejadiannya hingga sudah menghabiskan enam kasur," ujar Tugiyah dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (28/5/2026).
Kebakaran bahkan disebut tidak hanya terjadi di satu rumah, tetapi di tiga bangunan milik keluarga yang saling berdekatan.
Api di Seyegan Masih Terus Muncul
Di Seyegan, titik api terbaru muncul pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dan membakar handuk merah yang digantung di gagang pintu kamar tengah.
Sebelumnya, api juga dilaporkan membakar kasur, kursi, gulungan tikar, hingga boneka anak secara acak.
Anak pemilik rumah, H. Mutfiana, mengatakan keluarga dan warga kini terus berjaga setiap malam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
"Kita muter terus tiap 15 menit atau setengah jam buat inspeksi, takut ada api lagi," jelasnya.
Ia juga mengungkap salah satu kejadian yang dianggap paling janggal, yakni ketika pipa saluran air utama rumah mendadak terbakar hingga meleleh meski masih dialiri air.
"Pipa induk dari toren itu sampai meleleh. Banyak yang lihat dan merekam waktu itu," katanya.
Polisi Duga Dipicu Gas Metana Sementara itu, hasil pengecekan Tim Gegana Polda DIY menyebut rentetan kebakaran di Seyegan diduga dipicu akumulasi gas metana di bawah bangunan rumah.
Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan gas tersebut masih berpotensi memicu kemunculan api dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga: Cinta Ditolak Api Bertindak, Pemuda Ini Bakar Mobil dan Kandang Sapi Milik Ortu Kekasihnya
"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo pada Kamis.
Menurut polisi, sejumlah langkah penanganan sudah dilakukan, mulai dari perbaikan septic tank, penyedotan limbah, hingga pemasangan saluran pembuangan gas.
Namun, titik api masih berpotensi muncul karena gas diduga sudah menyebar di bawah struktur bangunan rumah. (*)