Intens Sebar Literasi di Ciamis, Komunitas Gada Membaca Jadi Tempat Potong dan Berbagi Daging Kurban
Kemal Setia Permana May 29, 2026 12:11 AM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi Komunitas Gada Membaca, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.

Betapa tidak, tahun ini, komunitas yang intens menyebar 'virus' literasi bagi anak-anak usia dini hingga dewasa, mampu berbagi daging kurban.

Tahun ini, Komunitas Gada Membaca menapat amanah kurban dua ekor sapi dan dua kambing. 

Dua ekor sapi kurban yang disalurkan melalui Komunitas Gada Membaca berasal dari titipan Yayasan Pelangi Eka Nusa yang dipimpin Nandha Julistya. 

Momentum Iduladha tahun ini juga dimanfaatkan sebagai ruang penguatan literasi, kepedulian sosial hingga edukasi kebencanaan bagi masyarakat terutama anak-anak generasi muda.

Pemilihan Gada Membaca sebagai lokasi penyaluran kurban disebut bukan tanpa alasan.

Baca juga: Bersyukur Pecahkan Rekor, Teja Paku Alam Malah Bertekad Lampaui Catatannya Sendiri Musim Depan

Nandha Julistya mengatakan bahwa pihaknya sengaja memilih Gada Membaca karena ingin mendukung gerakan literasi yang selama ini dibangun komunitas tersebut di Kawali.

“Kami ingin mendukung Gada Membaca dalam membangun literasi di Kawali. Di sini bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun interaksi sosial, kepedulian dan pendidikan masyarakat,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, kegiatan kurban di Gada Membaca memiliki nilai lebih karena mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi.

“Perpustakaan atau komunitas literasi itu ternyata bisa mengangkat isu apa pun. Bisa berbagi sembako, perlengkapan salat, sampai kurban seperti sekarang. Bahkan diselipkan juga edukasi kebencanaan. Jadi masyarakat datang bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar,” katanya.

Ia menilai pendekatan yang dilakukan Gada Membaca membuat komunitas lebih mengenal kondisi sosial masyarakat secara langsung.

Pembina sekaligus Relawan Komunitas Gada Membaca Kawali, Agus Munawar, mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini melibatkan banyak relawan dan warga sekitar. 

Selain pembagian daging kurban, kegiatan juga disertai edukasi tentang penanganan hewan kurban hingga literasi kebencanaan terutama untuk anak-anak yang digelar pada Rabu (27/5/2026).

“Anak-anak dan warga diberikan pemahaman bagaimana memperlakukan hewan sebelum disembelih, memastikan hewan sehat, sampai proses distribusi daging. Jadi ada nilai edukasinya,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut di momen Iduladha, pihaknya jadi tahu kondisi masyarakat yang sesungguhnya saat berinteraksi. 

Baca juga: Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti

"Ada tukang sayur, anak-anak, warga sekitar yang datang dan ngobrol. Mereka heran, kok perpustakaan bisa berbagi seperti ini. Nah, itu bagian dari kepekaan sosial,” tambahnya.

Agus menyebut total ratusan paket daging telah dibagikan kepada masyarakat. Paket tersebut berisi daging sapi, daging domba hingga bagian tubuh lainnya dari hewan yang disembelih.

“Yang menarik, para pekurban juga tidak mengambil jatah pribadi, jadi semuanya benar-benar dibagikan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus relawan penyembelihan hewan kurban, Dindin mengaku terkesan dengan pelaksanaan kurban di Gada Membaca karena melibatkan warga secara aktif melalui semangat gotong royong.

“Pelaksanaan kurban melalui Komunitas Gada Membaca sangat luar biasa, terutama karena warga terlibat aktif. Ini menjadi pembelajaran berarti dalam pengurusan hewan kurban yang langsung diimplementasikan dengan gotong royong penuh kebersamaan,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat pengalaman berharga karena untuk pertama kalinya ikut menyembelih sapi kurban secara langsung.

“Saya secara pribadi mendapatkan pengalaman berarti karena baru pertama kali menyembelih hewan kurban sapi. Jadi terharu dan merasa sangat penting untuk terus membaca dan menuntut ilmu, sekaligus mempraktikkannya secara bertahap,” katanya.

Dindin berharap keberadaan Komunitas Gada Membaca semakin memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya di bidang literasi, tapi juga bisa menyentuh seluruh aspek seperti kepekaan sosial, keagamaan, dan semangat gotong royong antarsesama.

“Semoga warga semakin rajin membaca dan berkunjung ke Komunitas Gada Membaca,” katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.