Mengenal Museum Jalesveva Jayamahe Surabaya, Wisata Sejarah Maritim dengan Teknologi Interaktif
Mujib Anwar May 29, 2026 01:14 AM

 

 

TRIBUNJATIM.COM - Surabaya memiliki destinasi wisata edukasi unik yang menarik perhatian masyarakat, khususnya pecinta sejarah maritim Indonesia.

Tempat tersebut adalah Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe yang berlokasi di Jalan Raya Hang Tuah Nomor 1, Surabaya, Jawa Timur.

Museum militer ini menjadi salah satu museum modern yang menyimpan sejarah perjalanan TNI Angkatan Laut Indonesia lengkap dengan koleksi persenjataan, artefak, hingga teknologi interaktif berbasis digital.

Kehadiran museum ini sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota maritim dan kota pahlawan.

Museum Jalesveva Jayamahe resmi dibuka untuk masyarakat umum pada 20 Januari 2024. Kehadiran museum ini disebut sebagai bentuk inovasi pemanfaatan lahan kosong milik TNI AL sekaligus sarana edukasi sejarah maritim Indonesia.

Nama “Jalesveva Jayamahe” merupakan semboyan TNI Angkatan Laut yang berarti “Justru di Lautan Kita Menang” atau “Kejayaan Kita Ada di Laut”.

Nama tersebut menggambarkan semangat kejayaan maritim Indonesia yang menjadi fokus utama museum ini.

Museum yang berdiri di atas lahan sekitar 3,2 hektare tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Tidak hanya melihat koleksi sejarah, pengunjung juga diajak menikmati teknologi modern seperti hologram, layar interaktif, hingga wahana theater 5D immersive yang membuat wisata sejarah terasa lebih hidup.

Dibangun pada Era Kasal Yudo Margono

Pembangunan Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe dimulai pada tahun 2022. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Laksamana TNI (Purn.) H. Yudo Margono saat masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut pada 17 Juni 2022.

Dilansir dari surabaya.kompas.com, museum ini kemudian diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali pada 11 September 2023 sebelum akhirnya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Januari 2024.

Pembangunan museum ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah perjuangan TNI AL kepada masyarakat luas.

Selain itu, museum juga diharapkan menjadi pusat edukasi maritim modern yang mampu menarik generasi muda agar lebih mengenal sejarah angkatan laut Indonesia.

Museum ini menjadi warisan sejarah yang dihadirkan TNI AL untuk masyarakat. Kehadirannya tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar tentang pertahanan laut dan perjalanan panjang TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan NKRI.

Baca juga: Museum Zoologi Frater Vianney, Wisata Edukasi di Malang dengan Ratusan Koleksi Fauna dan Spesimen

Mengusung Konsep Museum Pintar

Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe memiliki konsep modern berbasis teknologi 4.0. Seluruh perangkat multimedia, tata cahaya, dan sistem elektronik museum saling terkoneksi menggunakan teknologi otomatis berbasis artificial intelligence (AI).

Saat memasuki area museum, pengunjung akan disambut hologram prajurit TNI AL serta berbagai zona interaktif yang menghadirkan pengalaman berbeda dibanding museum pada umumnya.

Museum ini juga dilengkapi ratusan sensor interaktif, layar sentuh, dan proyeksi visual dengan kualitas tinggi.

Dikutip dari KPKNL Surabaya, museum memiliki beberapa zona utama seperti Gedung Heritage dan Hanggar, Gedung Teater, serta replika kapal perang KRI RE Martadinata.

Masing-masing zona menghadirkan tema berbeda tentang perjalanan sejarah TNI AL.

Salah satu daya tarik utama museum adalah wahana 5D Immersive yang menghadirkan simulasi pertempuran di Laut Arafuru.

Pengunjung dapat merasakan sensasi berada di tengah pertempuran laut dengan efek visual dan suara yang realistis.

Baca juga: Museum Motor Klasik SMK NMC Malang, Berawal dari Restorasi Motor Saat Pandemi hingga Raih Rekor MURI

Koleksi Sejarah dan Alutsista TNI AL

Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Salah satu koleksi penting yang dipamerkan adalah pesawat Ganner AS-4 yang digunakan dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

Selain itu, terdapat pula pesawat DHC-5 Buffalo yang dahulu digunakan untuk pengiriman logistik dan bantuan kemanusiaan sebelum dipensiunkan pada tahun 2009.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai senjata laras panjang, panji armada TNI AL, hingga tank PT-76.

Museum juga memamerkan Aqualung tipe ABM-1M yang digunakan Tim IPAM KKO Angkatan Laut ketika mengangkat jenazah para Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Jakarta.

Koleksi lainnya yang menarik perhatian pengunjung ialah alat selam klasik Mark V MOD 1, propeller kapal RI Hang Tuah, serta meriam Oerlikon kaliber 20 mm yang menjadi bagian penting sejarah operasi militer TNI AL di masa lalu.

Baca juga: Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator

Replika KRI dan Galeri Interaktif

Salah satu area favorit pengunjung di museum ini adalah replika KRI RE Martadinata.

Replika kapal perang tersebut dibuat menyerupai kondisi asli kapal perang milik TNI AL lengkap dengan ruang kendali, ruang mesin, dan sistem persenjataannya.

Pengunjung dapat merasakan sensasi berada di dalam kapal perang sungguhan sambil mempelajari tugas prajurit TNI AL menjaga keamanan laut Indonesia.

Replika kapal ini juga menjadi spot foto favorit wisatawan yang datang berkunjung.

Selain area kapal perang, museum juga memiliki Galeri Jalasenastri yang menampilkan sejarah organisasi istri prajurit TNI AL dari masa ke masa.

Di dalam galeri tersebut terdapat koleksi seragam, dokumentasi sejarah, dan karya para anggota Jalasenastri.

Tersedia pula ruang introduksi dan teater yang menampilkan film dokumenter tentang perjalanan TNI AL, prestasi armada laut Indonesia, hingga sejarah berbagai operasi militer penting.

Baca juga: Jejak Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya, Rumah Para Tokoh Pergerakan Bangsa Bergelut Ide Kemerdekaan

Harga Tiket dan Jam Operasional

Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe dibuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu.Jam operasional museum dimulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, sementara hari Senin museum tutup.

Untuk tiket reguler, pengunjung dikenakan biaya Rp15.000 per orang yang sudah mencakup area Introduksi, Hanggar, dan replika KRI RE Martadinata. Sementara tiket terusan teater dibanderol Rp25.000 per orang.

Adapun tiket wahana 5D Immersive dikenakan biaya Rp40.000 per orang atau Rp50.000 untuk tiket terusan.

Wahana tersebut memiliki kuota terbatas sebanyak 12 orang untuk setiap sesi sehingga pengunjung disarankan melakukan pemesanan lebih awal.

Kehadiran Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe kini menjadi alternatif wisata edukasi di Surabaya yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal sejarah perjuangan maritim Indonesia secara lebih modern dan interaktif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.