Tiga Kali ke Prancis dalam Setahun, Prabowo: Hubungan Indonesia-Prancis Sedang di Titik Terbaik
Febri Prasetyo May 29, 2026 01:36 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Kota Paris, Prancis, pada Kamis, (28/5/2026). 

Prabowo mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang terbaik.

“Hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” kata Prabowo.

Pada tahun ini, kata Prabowo, dirinya sudah tiga kali berkunjung ke Prancis. Sementara itu, pada tahun lalu Indonesia mendapatkan undangan kehormatan menghadiri peringatan Hari Nasional Prancis Bastille Day pada 14 Juli.

“Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa,” katanya.

Presiden mengucapkan terima kasih kepada Macron yang telah memberikan sambutan yang hangat dan baik kepada delegasi Indonesia selama kunjungan di Prancis.

Sebelum bertemu Macron, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengikuti upacara penyambutan bersama Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu.

Selepas turun dari mobil sedan putih, Prabowo langsung disambut Macron yang berjalan menghampirinya. Keduanya lalu bersalaman dan berpelukan. Setelah itu, Prabowo lalu menyalami istri Macron, Brigitte Macron. Tampak hadir putra Prabowo, yakni Didit Prabowo.

Setelah itu, Prabowo, Macron, Brigitte Macron, dan Didit Prabowo berfoto bersama sebelum kemudian masuk ke dalam istana.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan resmi kenegaraan Prabowo diharapkan memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Seskab menyampaikan bahwa saat ini kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” katanya.

Baca juga: Presiden Prabowo Disambut PM Prancis di Istana Élysée

Selain itu, menurut Teddy, hubungan bilateral Indonesia dan Prancis juga dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam hubungan global.

“Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia—khususnya Asia Tenggara—menuju kawasan Eropa,” katanya.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis ini merupakan undangan Presiden  Emmanuel Macron yang sempat tertunda.

“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” kata Sugiono dalam keterangan yang diterima, Rabu, (27/5/2026).

Menurut Sugiono, kunjungan yang dilakukan kali ini awalnya akan dilakukan April lalu. Hanya saja kunjungan batal karena tidak ada waktu yang tepat. 

“Jadi waktu itu, saya kalau tidak salah tanggal bulan April, kunjungan yang diharapkan dilaksanakan. Namun, waktu yang tidak cocok pada saat itu,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.