Jika Roberto De Zerbi belum sepenuhnya menyadari beratnya tantangan yang dihadapinya, hal itu menjadi jelas setelah perjalanan ke Stadium of Light pada hari Sabtu.
Pelatih kepala baru Tottenham Hotspur itu menyaksikan timnya menelan kekalahan 1-0 dari Sunderland, membuat mereka tertinggal dua poin di zona degradasi Liga Premier.
Situasi semakin memburuk ketika kapten sekaligus pemain kunci, Cristian Romero, terpaksa ditarik keluar karena cedera yang mengakhiri musimnya.
De Zerbi dikabarkan memiliki beberapa rencana untuk memperbaiki keadaan, tidak hanya melalui inovasi taktik.
Menurut laporan dari The Telegraph, pelatih asal Italia itu membawa skuadnya keluar untuk menikmati “makan malam kebersamaan mewah” di sebuah restoran eksklusif.
Para pemain dan staf Spurs menikmati santapan di restoran Bacchanalia di kawasan Mayfair pada Rabu malam, di mana harga menu utama bisa mencapai £130.
Tujuan dari acara makan malam tersebut adalah untuk “membangun ikatan yang lebih kuat” di antara para pemain dan “meredakan tekanan dari perjuangan mereka melawan degradasi”.
De Zerbi, yang disebut-sebut mengatur acara tersebut sendiri, tampaknya meyakini bahwa kelemahan mental para pemain Spurs menjadi salah satu penyebab utama kesulitan mereka musim ini.
Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru. Pendahulunya, Igor Tudor, juga pernah mengajak para pemainnya makan bersama tak lama setelah ia menggantikan Thomas Frank sebagai manajer sementara.
Namun, langkah itu tidak membawa hasil bagi pelatih asal Kroasia tersebut, yang hanya bertahan selama 44 hari dan memimpin tujuh pertandingan.
De Zerbi kini berharap pilihan restorannya mampu mengangkat moral tim, terutama menjelang laga melawan mantan klubnya, Brighton & Hove Albion, pada hari Sabtu mendatang.
Setelah itu, Spurs akan bertandang ke markas tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, sebelum menghadapi Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton dalam laga-laga penutup musim.
Menjelang akhir rangkaian pertandingan tersebut, De Zerbi akan mengetahui apakah ia masih akan memimpin klub Liga Premier atau justru klub Championship musim depan.