Demi Efisiensi Anggaran, BGN Pangkas Distribusi MBG Jadi 5 Hari, Nasib Gizi Anak Sekolah
jonisetiawan May 29, 2026 04:06 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika sebelumnya makanan bergizi dibagikan selama enam hari dalam sepekan, kini distribusinya disesuaikan menjadi lima hari mengikuti jadwal aktif belajar siswa di sekolah.

Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk dukungan BGN terhadap langkah efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat program.

Baca juga: Mengaku Keponakan Wakil BGN Sony Sonjaya, Okky Tipu Belasan Investor Dapur MBG hingga Rp3,1 Miliar

Distribusi MBG Kini Hanya Saat Hari Sekolah

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya mengatakan perubahan pola distribusi dilakukan agar program lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).

Menurut Sony, konsep utama program MBG adalah pemberian makanan bergizi kepada peserta didik saat mereka berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Karena itu, distribusi tidak lagi dilakukan ketika siswa sedang libur atau tidak berada di lingkungan sekolah.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.

POLEMIK MBG -
POLEMIK MBG - Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5 hari dalam sepekan untuk mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. (Instagram @badangizinasional.ri)

Efisiensi Disebut Tidak Kurangi Kualitas Program

BGN menegaskan perubahan pola distribusi tersebut bukan bentuk pengurangan manfaat program, melainkan penyesuaian mekanisme agar penggunaan anggaran negara lebih optimal.

Sony memastikan tidak ada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa penerima manfaat Program MBG.

Menurutnya, efisiensi hanya dilakukan pada sisi tata kelola dan sistem distribusi.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Tunggu Sejak 2025, Investor Dapur MBG Baru Tahu Ditipu Yayasan Usai Datangi Kantor BGN

Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pengelolaan Anggaran

Penyesuaian distribusi MBG menjadi lima hari dinilai sebagai langkah untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran sekaligus menghindari pemborosan anggaran ketika siswa tidak berada di sekolah.

Dengan sistem baru tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG tetap berjalan optimal, kualitas pemenuhan gizi peserta didik tetap terjaga, namun pengelolaan anggaran negara bisa dilakukan secara lebih efisien dan terukur.

***

(TribunTrends/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.