Sang Fajar Suite Hotel Tugu Blitar, Kamar Bersejarah yang Simpan Jejak Bung Karno
Ndaru Wijayanto May 30, 2026 01:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Di tengah bangunan kalsik Hotel Tugu Blitar yang berdiri sejak tahun 1850, terdapat sebuah kamar istimewa yang menjadi magnet bagi para tamu pecinta sejarah.

Kamar bernama Sang Fajar Suite itu didedikasikan sebagai penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Hotel yang berada tepat di depan Stasiun Kereta Api Blitar tersebut memang memiliki hubungan erat dengan Bung Karno.

Saat berkunjung ke Blitar, sang proklamator diketahui kerap singgah ke bangunan yang kini menjadi salah satu hotel bersejarah di kota tersebut.

Sang Fajar Suite berada di gedung tengah hotel yang telah mengalami renovasi terbatas tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Dari luar, bangunan itu masih mempertahankan nuansa klasik yang menjadi ciri khas Hotel Tugu Blitar.

Baca juga: Warga Jombang Desak Rumah Kelahiran Bung Karno di Ploso Segera Dijadikan Cagar Budaya

Memasuki kamar, tamu akan disambut tempat tidur berukuran besar dengan ukiran tangan yang menjadi pusat perhatian ruangan.

Nuansa klasik semakin terasa melalui perpaduan furnitur kuno, ornamen seni, serta berbagai koleksi bersejarah yang tertata rapi.

Operations Manager Hotel Tugu Blitar, Hartini, mengatakan Sang Fajar Suite dirancang untuk menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat nilai sejarah.

"Sang Fajar Suite merupakan bentuk penghormatan kami kepada Bung Karno. Di dalam kamar ini tersimpan banyak koleksi yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan hidup beliau dan orang-orang terdekatnya," kata Hartini, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator

Selain ruang tidur, kamar tersebut memiliki ruang tamu yang luas dan dipenuhi memorabilia serta furnitur lawas.

Sebagian koleksi yang berada di dalam ruangan merupakan benda asli yang dahulu dimiliki sahabat dekat Bung Karno ketika masih menempuh pendidikan di Bandung.

Di salah satu sisi ruangan terpajang lukisan besar karya Dezentje, sahabat Bung Karno.

Sementara sejumlah furnitur kuno yang telah direstorasi tetap dipertahankan untuk menjaga suasana autentik tanpa mengurangi kenyamanan tamu yang menginap.

Tak hanya itu, kamar tersebut juga menyimpan berbagai koleksi langka yang sulit ditemukan di tempat lain.

Di dalam lemari koleksi, tersimpan tanda tangan asli Bung Karno serta sketsa karya pelukis istana, Lee Man Fong, yang dikenal sebagai penyusun buku koleksi lukisan Bung Karno.

Baca juga: Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Remaja Bung Karno yang Jadi Museum Sejarah

"Banyak koleksi di kamar ini yang memiliki cerita panjang. Ada tanda tangan asli Bung Karno, sketsa karya Lee Man Fong, hingga berbagai benda seni yang menjadi saksi hubungan beliau dengan sahabat-sahabatnya," terang Hartini.

Daya tarik lainnya adalah lukisan hitam putih empat bidang yang menggambarkan momen ketika petani dari Priangan, Jawa Barat, mempersembahkan hasil kebun kepada Bung Karno saat ulang tahunnya.

Selain itu, terdapat pula perangkat gamelan Sunda Priangan yang menjadi bagian dari koleksi bersejarah di kamar tersebut.

Menurut Hartini, Sang Fajar Suite telah menjadi pilihan sejumlah tamu penting yang berkunjung ke Blitar.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pernah menginap di kamar tersebut saat masih menjabat.

Selain itu, Megawati Soekarnoputri, Dewi Soekarno, Kartika Sari Dewi, hingga hampir seluruh putra-putri Bung Karno juga pernah berkunjung.

"Banyak tokoh nasional dan keluarga Bung Karno pernah datang ke sini. Mereka melihat langsung koleksi yang tersimpan dan mengenang berbagai cerita yang berkaitan dengan Bung Karno. Karena itu, Sang Fajar Suite bukan sekadar kamar hotel, tetapi juga ruang yang menyimpan potongan sejarah Indonesia," pungkas Hartini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.