Motif Paman Bunuh Balita di Bekasi karena Kesal Diganggu saat Bermain Gim
Endra Kurniawan May 30, 2026 01:35 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan balita berusia 2,5 tahun di sebuah kontrakan di wilayah Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pelaku berinisial G (18), yang merupakan paman korban sendiri, mengaku emosi karena merasa terganggu saat bermain gim (game).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan hasil visum dari RS Polri menunjukkan korban mengalami puluhan luka tusuk dan sayatan di tubuhnya.

“Khusus di wajah saja ada 20 tusukan. Kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Menurut Iqbal, pelaku mengaku kesal saat korban naik ke punggungnya ketika dirinya sedang bermain gim.

Baca juga: Fakta Kasus Balita di Bekasi Dibunuh Paman: Pelaku Ternyata ODGJ, Tak Minum Obat 2 Hari

“Korban balita naik ke punggungnya saat dia bermain game. Kemudian tersangka emosi,” ujarnya.

Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian pergi ke dapur mengambil pisau sebelum menyerang korban secara brutal.

“Pertama di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,” ucap Iqbal.

Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Metro Bekasi Kota.

Sebelumnya, warga Jatisampurna, Kota Bekasi, digegerkan penemuan balita meninggal dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Di TKP juga ditemukan pria inisial G (18) dalam kondisi luka di tubuh.

G sudah tergeletak dengan luka sayatan di pipi dan mulut.

Kemudian bagian bagian dada juga terdapat luka tusuk.

Ketika itu nenek korban M tengah berjualan baru pulang pada malam hari. 

Setibanya di rumah, sang nenek melihat anak dan cucunya berdarah-darah dengan pisau di dekat mereka.

Sang nenek setelah melihat kejadian itu mengambil pisau yang ada di tangan G lalu mencuci pisau.

Baca juga: Polisi Dalami Peran Paman Kasus Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi

Polisi sempat mencurigai sang nenek namun setelah didalami ternyata penyelidikan fokus kepada paman korban.

Dari penelusuran, G memiliki riwayat penyakit kejiwaan dan masih mengonsumsi obat secara rutin.

Komunikasi dengan G sulit dilakukan sebab yang bersangkutan menderita luka di bagian mulutnya.

Sebanyak 10 saksi telah diperiksa termasuk guna penyelidikan mendalam.

Penyelidik juga menyita barang bukti dua bilah pisau serta pakaian yang dikenakan korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.