SURABAYA – Antusiasme menyambut Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang mulai terasa dampaknya bagi para pedagang.
Umik, salah satu penjual jersey di sekitar Stadion Gelora 10 November Surabaya, turut merasakan berkah dari euforia ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa penjualan jersey tim peserta Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan peningkatan minat dari pembeli.
Jika biasanya ia hanya menjual jersey klub lokal maupun internasional, kini semakin banyak pembeli yang mencari jersey tim nasional peserta Piala Dunia tahun ini.
“Tapi sekarang stoknya belum lengkap. Baru ada Argentina, Jerman, Brasil, dan Spanyol,” ujarnya kepada surya.co.id pada Jumat (29/5/2026).
Umik menjelaskan, stok jersey akan terus ditambah menjelang kick off hingga minggu pertama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Jumlah pasokan disesuaikan dengan permintaan pasar yang bisa berubah seiring perkembangan turnamen.
Berdasarkan pengalamannya pada turnamen-turnamen sebelumnya, negara yang berhasil melaju ke babak final biasanya menjadi incaran para pembeli.
Selama lebih dari 15 tahun berjualan di area Stadion Gelora 10 November, ia sudah memahami pola dan karakter pelanggan dengan baik.
“Kalau keburu kulaan tim yang nggak lolos, susah jualnya,” tutur ibu tiga anak itu.
Ia menambahkan bahwa jumlah kulakan jersey kini tidak sebanyak dulu. Sebagai pedagang kaki lima, Umik menyadari persaingan dari toko online semakin terasa.
“Sekarang banyak yang beli lewat online, jadi saya ambil sedikit-sedikit saja. Kalau habis tinggal kulaan lagi, dekat kok. Kadang saya juga beli online,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, selera pembeli juga mulai berubah. Anak muda kini lebih tertarik pada jersey orisinal atau grade ori dengan harga di atas Rp100 ribu.
“Saya jual di harga Rp40-50 ribu, tergantung ukuran. Kalau jual yang mahal malah susah lakunya,” jelas perempuan asal Bangkalan, Madura itu.
Meski penjualan belum seramai masa sebelum pandemi Covid-19, ia tetap konsisten menjalankan usaha yang telah digelutinya secara turun-temurun.
“Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang beli. Semua sudah ada rezekinya masing-masing, tinggal kita berusaha,” pungkasnya.