Pertama Kali Sejak Naik Kelas Super 750, Tak Ada Tunggal Putra Unggulan di Semifinal Singapore Open
Arif Tio Buqi Abdulah May 30, 2026 12:22 PM

TRIBUNNEWS.COM - Babak semifinal sektor tunggal putra Singapore Open 2026 menghadirkan fakta menarik sekaligus cukup mengejutkan.

Untuk pertama kalinya sejak turnamen ini naik kelas menjadi BWF World Tour Super 750, tidak ada satu pun tunggal putra unggulan yang berhasil menembus babak empat besar.

Empat tunggal putra yang berhasil mengamankan tempat di semifinal Singapore Open 2026 seluruhnya datang tanpa status unggulan. 

Mereka adalah Alwi Farhan dari Indonesia, Alex Lanier dari Prancis, Loh Kean Yew dari Singapura, serta Kenta Watanabe dari Jepang. Keempat pemain tersebut akan melakoni laga semifinal Singapore Open 2026 yang bakal berlangsung hari ini Singapore Indoor Stadium, Sabtu (30/5/2026).

Alwi Farhan menghadapi Alex Lanier, sementara itu Kean Yew akan berhadapan dengan Kenta Watanabe.

Baca juga: Jadwal Semifinal Singapore Open 2026: Alwi Farhan vs Alex Lanier, Fajar/Fikri Jumpa Liang/Wang

MELAJU KE PEREMPATFINAL -  Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, kembali mencuri perhatian di Singapore Open 2026 dengan menumbangkan unggulan pertama sekaligus ranking satu dunia asal China, Shi Yu Qi, pada babak 16 besar melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, 21-14 di Singapore Indoor Stadium, Kamis (28/5/2026). Dok: PBSI
MELAJU KE PEREMPATFINAL - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, kembali mencuri perhatian di Singapore Open 2026 dengan menumbangkan unggulan pertama sekaligus ranking satu dunia asal China, Shi Yu Qi, pada babak 16 besar melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, 21-14 di Singapore Indoor Stadium, Kamis (28/5/2026). Semifinal tunggal putra Singapore Open 2026 mencatat sejarah dengan absennya unggulan, empat non unggulan berebut dua tiket final termasuk Alwi. Dok: PBSI (Tribunnews.com/Dok: PBSI)

Pertama Sejak Naik Kelas ke Super 750

Singapore Open sebelumnya merupakan turnamen level Super 500 dalam kalender BWF World Tour.

Namun sejak 2023, resmi naik kelas menjadi Super 750 yang membuat persaingan semakin ketat dengan kehadiran para pemain elite dunia.

Sejak peningkatan status tersebut, selalu ada tunggal putra unggulan yang mampu menembus babak semifinal. Bahkan ada yang berhasil menjadi juara.

Pada Singapore Open 2023, semifinalis tunggal putra meliputi Anders Antonsen (Denmark), Kodai Naraoka (Jepang/unggulan ketiga, Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia/unggulan kedua), serta Kunlavut Vitidsarn (Thailand/unggulan ketujuh).

Ginting keluar sebagai juara Singapore Open 2023 menundukkan Anders Antonsen dengan skor 21-16 dan 21-13.

Baca juga: Badminton Lovers Tanah Air Ramai-ramai Geruduk Akun Instagram BWF, Ada Kaitannya dengan Sabar/Reza

Setahun berselang, semifinal Singapore Open 2024 diisi oleh Chou Tien-chen (Taiwan), Shi Yu Qi (China/unggulan kedua), Viktor Axelsen (Denmark/unggulan pertama), serta Li Shi Feng (China/unggulan keenam).

Shi Yu Qi keluar sebagai juara Singapore Open 2024 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Li Shi Feng dengan skor 17-21, 21-19, dan 21-19.

Lalu pada Singapore Open 2025, tunggal putra yang berhasil mencapai semifinal adalah Lin Chun-Yi (Taiwan), Kunlavut Vitidsarn (Thailand/unggulan kedua), Lu Guang Zu (China), serta Christo Popov (Prancis).

Kunlavut yang menjadi satu-satunya unggulan keluar sebagai juara Singapore Open 2025 mengalahkan Lu Guang Zu dengan skor 21-6 dan 21-10.

Alwi Farhan Bidik Sejarah

Lebih lanjut, Alwi berkesempatan mencatat pencapaian terbesar dalam kariernya bersamaan dengan keberhasilannya mencapai semifinal Singapore Open 2026.

Kemenangan atas Lanier hari ini akan mengantarkan Alwi ke final turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, capaian terbaik Alwi di ajang BWF World Tour adalah saat menjadi juara Indonesia Masters 2026 yang berstatus Super 500.

Meski peluang terbuka, Alwi menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Dari lima pertemuan sebelumnya melawan Lanier, Alwi baru mampu meraih dua kemenangan.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada fase grup Thomas Cup 2026. Saat itu Alwi harus mengakui keunggulan Lanier setelah kalah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21.

Jelang laga semifinal Singapore Open 2026, Alwi memilih untuk tetap tenang dan fokus.

Dikutip dari Tribunnews sebelumnya, Alwi tidak ingin terbebani oleh target ataupun ekspektasi.

Selain itu, Alwi mengaku mendapatkan banyak dukungan dan motivasi dari seniornya, Fajar/Fikri.

Menurutnya, semangat juang yang ditunjukkan Fajar/Fikri menjadi inspirasi baginya.

"Saya dengan A Fajar dan A Fikri sangat dekat, sebagai senior mereka selalu punya hal positif yang bisa dibagi. Hari ini mereka juga mencontohkan semangat di lapangan yang membuat saya semakin termotivasi," ujar Alwi.

"Saya berterimakasih kepada mereka, semoga kami bisa melangkah lebih jauh lagi," tambahnya.

(Tribunnews.com/Isnaini, Abdul Majid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.